Independensi IMM Dalam Pilkada Serentak

KUNINGAN (MASS) – 2018 membawa sejumlah harapan baru bagi masyarakat. Dunia politik pun tidak lepas dari euforia tersebut, apalagi 2018 menjadi pembuka tahun politik di Indonesia tercatat ada 171 daerah yang akan menggelar pilkada serentak pada Juni mendatang, termasuk salah satunya Kabupaten Kuningan.

Bagi parpol, ini menjadi ajang pemanasan menuju pilpres yang akan digelar 2019. Sejumlah partai politik sudah menyiapkan kader mereka, bahkan ada yang sudah mendeklarasikan pasangan untuk bertarung dalam pikada.

Pilkada serentak harus mampu melahirkan pemimpin-pemimpin yang memiliki komitmen kenegaraan, menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan Pancasila. Pilkada tak sebatas mempertahankan dan merebut kekuasaan, namun Pilkada sebagai salah satu instrumen demokrasi mestilah dipersepsikan secara positif yang bertujuan memilih pimpinan daerah yang terbaik bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

Kepala daerah atau wakil kepala daerah itu amanat dari rakyat. Amanat agar rakyat dipimpin dengan benar dan adil. Amanat itu suatu kehormatan yang mesti dijaga bukan dimanfaatkan untuk kepentingan diri dan kelompok. Melekat dalam diri kader IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) untuk ikut serta mewujudkan demokrasi yang bersih sesuai amanah Undang-Undang Nomor 7  tahun 2017 dan bagi kami wajib hukumnya mengajak masyarakat  membumikan  politik santun dan bernilai bukan politik yang haus karena kursi kekuasaan semata.

Kami pun mengajak mahasiswa di Kuningan untuk tidak berdiam diri dalam perhelatan demokrasi kli ini. Selain menyalurkan suara, mahasiswa punya kewajiban sosial dan moral untuk ikut mengawasi dan memastikan pilkada di Kuningan sebagai pilkada yang bermartabat.***

Penulis : Ilva Fahrurroji (Ketua IMM kuningan)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com