Guru Harus Peduli Meski di Luar Sekolah  

 

KUNINGAN (MASS)- Pekerjaan guru adalah pekerjaan yang amat mulia, sosok dan kepribadaiannya adalah cerminan dalam kehidupan masyarakat. Maka dalam hal ini peran guru diharapkan bukan hanya mengajar dan mendidik disekolah saja akan tetapi harus mampu peduli di luar lingkungan sekolah.

Memang berat kita sebagai guru yang disibukan dengan tugas yang banyak disekolah ditambah lagi harus peduli dengan anak diluar sekolah. Jika kita berkaca pada masa kecil, kita begitu takut dengan guru manakala bertemu diluar lingkungan sekolah.

Hal ini karena guru zaman dulu langsung menegur dan menanyakan atas apa yang sedang kita perbuat begitu pun sebaliknya, muridnya langsung mengahampiri serta mecium tangan guru. Namun ada pergeseran sosial dengan anak-anak kita sekarang, dimana mereka seolah acuh dan cuek manakala bertemu dengan gurunya diluar lingkungan sekolah.

Baik di mall, pasar dan ditempat lain bahkan mereka cenderung menghindari gurunya. Dan lebih bahanya lagi jika guru-pun merasa cuek dan masa bodoh dengan perbuatan anak diluar sekolah.

Tentu itu sesuatu yang kurang baik dalam keberlangsungan pendidikan. Maka seyogyanya seorang guru senantiasa memperhatikan pergaulan dan keadaan siswanya diluar sekolah.

Hal ini untuk mengantisipasi dan bentuk preventik atas tindakan yang tidak baik dilakukan oleh anak-anak kita. Terlebih beberapa waktu yang lalu telah terjadi puluhan korban anak muda yang meninggal karena minuman keras (miras) oplosan di daerah Cicalengka Kabupaten Bandung.

Mendengar kabar tersebut merupakan kesedihan dan duka bagi kita sebagai guru yang peduli dengan generasi bangsa. Bagaimana mungkin remaja yang masih muda, polos, energik dan potensial yang menjadi harapan keluarga dan bangsa bisa terjerumus ke dalam hal-hal yang merugikan dan tidak bermanfaat tersebut.
Ini semua harus menjadi perhatian lebih bukan hanya guru tetapi orangtua siswa, pemerintah dan seluruh stakeholder untuk meminimalisir dan mengurangi angka kenakalan pada remaja khsusnya anak-anak sekolah.

Perhatian sosial dan kepedulian di luar lingkungan sekolah adalah bukti nyata tanggung jawab seorang guru dalam melangsungkan pendidikan. Maka seorang guru diharapkan untuk keep on the right track (tetap pada jalan yang benar), karena tuntutan sosial akan kepribadian sebagai pendidik dirasakan lebih berat dibanding profesi lainnya.

Ungkapan yang sering digunakan adalah bahwa “guru bisa digugu dan ditiru”. Digugu maksudnya bahwa pesan-pesan yang disampaikan guru bisa dipercaya untuk dilaksanakan dan pola hidupnya bisa ditiru atau diteladani.

Sebagai pendidik tentu sudah menjadi keharusan atas perhatian anak-anak kita di luar sekolah. Perhatian dan rangkulan itulah yang diharapkan oleh anak didik kita.

Mengapa hal demikian harus terjadi? Karena seorang guru dituntut untuk mampu bergaul serta berinteraksi baik dengan masyarakat, hal ini tertuang dalam komptensi guru, yakni kompetensi sosial.

Dalam Standar Nasional Pendidikan, Pasal 28 ayat (3) butir d, dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi sosial adalah kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat. Tentu untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.

Imam Al-Ghazali menempatkan profesi guru pada posisi tertinggi dan termulia dalam berbagai tingkat pekerjaan masyarakat. Guru mengemban dua misi sekaligus, yaitu tugas keagamaan dan tugas sosiopolitik.

Yang dimaksud dengan tugas keagamaan menurut Al-Ghazali adalah tugas guru ketika ia melakukan kebaikan dengan menyampaikan ilmu pengetahuan kepada manusia, guru merupakan makhluk termulia di muka bumi.

Sedangkan yang dimaksud dengan tugas sosiopolitik adalah bahwa guru membangun, memimpin, dan menjadi teladan yang menegakkan keteraturan, kerukunan, dan menjamin keberlangsungan masyarakat.

Pada prinsipnya seorang guru harus mampu menyiapkan anak didiknya untuk bisa hidup bermasyarakat yang baik dan benar. Merujuk pada asian institute for teacher educatioan, dijelaskan bahwa kompetensi sosial guru adalah salah satu daya atau kemampuan guru untuk mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang baik serta kemampuan untuk mendidik, membimbing masyarakat dalam menghadapi kehidupan di masa yang akan datang.***

 

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com