KUNINGAN (MASS) – Aula STIS Husnul Khotimah pada Sabtu (29/11/2025), menjadi pusat kegiatan pembinaan generasi muda muslim dalam acara Pembekalan Remaja Masjid se-Kecamatan Jalaksana. Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30–11.30 WIB ini dihadiri oleh 20 peserta, yang merupakan perwakilan dari setiap desa di Kecamatan Jalaksana, masing-masing desa mengirim 3 orang remaja masjid.
Acara dibuka dengan sambutan panitia yang menekankan pentingnya remaja masjid sebagai motor penggerak kegiatan keagamaan dan sosial, serta harapan agar pembekalan ini mampu menghidupkan kreativitas dan semangat baru di lingkungan masjid.
Sambutan utama disampaikan oleh Kepala Divisi Humas dan Dakwah, KH. Imam Nur Suharno, M.Pd.I. Dalam arahannya, ia menegaskan peranan remaja masjid sebagai ujung tombak kemakmuran masjid.
“Kami berharap para peserta ke depannya mampu memakmurkan masjid, sehingga jamaah yang hadir bukan hanya dari kalangan orang tua, tetapi juga para remaja. Setiap kegiatan remaja masjid harus menjadi syiar agama, sehingga IRMAS semakin dikenal dan membawa manfaat,” ujarnya.
KH Imam Nur Suharno dalam materinya menyampaikan pesan khusus. (foto : dok. HK)
Terkait persiapan menyambut bulan Ramadhan, pihaknya memberi pesan khusus. “Menjelang Ramadhan, remaja masjid harus lebih kreatif lagi, terutama dalam memanfaatkan media sosial untuk syiar kegiatan. Media digital harus menjadi sarana dakwah yang positif, modern, dan menarik bagi generasi muda,” pesannya.
Selanjutnya, para peserta mendapatkan dua materi penting dari para narasumber:
1. Pengembangan Karakter & Kepemimpinan Remaja Masjid – Ust. Firdaus, S.Pd.I
Dirinya menekankan pentingnya karakter kuat, tanggung jawab, dan kepemimpinan Islami. Remaja masjid harus hadir sebagai teladan, berintegritas, dan siap membawa perubahan positif di lingkungan masjid.
2. Kreativitas Program & Manajemen Organisasi – Ust. Iyan Mulyana, M.Pd
Ust. Iyan mendorong peserta untuk menyusun program-program inovatif yang relevan dengan kebutuhan generasi muda. Ia menekankan pentingnya manajemen tim yang efektif serta pemanfaatan media sosial sebagai alat dakwah masa kini.
Seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama sesi materi, diskusi, dan tanya jawab. Interaksi antar perwakilan desa membangun atmosfer pembelajaran yang dinamis dan penuh semangat.
Acara ditutup dengan doa dan dokumentasi. Melalui pembekalan ini, diharapkan lahir remaja masjid yang lebih aktif, kreatif, berdaya, serta siap memakmurkan masjid dengan program-program unggulan, khususnya menyambut Ramadhan 2026. (didin)
