Connect with us

Hi, what are you looking for?

Economics

Investor Lalai Kelola Objek Wisata, Singkirkan!!

KUNINGAN (MASS) – Menyikapi besarnya potensi pariwisata di Kabupaten Kuningan, pemerintah daerah diminta untuk melakukan “pemutihan” terhadap pengelola objek wisata. Termasuk objek wisata yang masuk kawasan TNGC, instansi terkait yakni BTNGC disarankan untuk lebih selektif lagi terhadap investor.

Pernyataan ini dilontarkan Peneliti Kuningan Institute, Genie Wirawan Rafi, Jumat (13/9/2019). Ia menaruh harapan besar, sector pariwisata betul-betul menjadi andalan, bukan hanya sekadar gaung semata yang cenderung retoris.

“Kuningan kaya akan sumber alam yang sangat luar biasa besarnya. Alamnya yang indah dan sejuk menjadi potensi salah satu tujuan wisata di Jawa Barat. Akan tetapi terkadang yang menjadi kelemahan adalah sistem pengelolaan yang tidak profesional dan cenderung asal-asalan,” ucapnya.

Diakuinya, banyak investor yang tertarik dalam berinvestasi di Kuningan. Namun sayangnya pemerintah ataupun pihak yang berkaitan dengan pengelolaan pariwisata di Kuningan tidak menyaring terlebih dahulu investor atau perusahaan yang akan berinvestasi di kota kuda ini.

Akibatnya, banyak kerugian yang dialami pemerintah baik pemerintah desa ataupun pemerintah daerah serta BTNGC. Maka seharusnya pemerintah daerah ataupun pemerintah desa serta pihak lain bisa memilih dan memilah perusahaan atau investor yang berkomitmen dengan investor yang wanprestasi.

“Saya pribadi menilai lebih baik memberikan kesempatan kepada investor lokal yang berkomitmen daripada investor luar yang wanprestasi hanya mengambil keuntungan untuk perusahaan sendiri,” usul dia.

Maka dari itu, kata Genie, BTNGC serta pemerintah daerah dan pemerintah desa harus selektif dalam menjalin kerja sama dengan para investor. Ia meminta agar jangan silau dengan nama besar perusahaan yang akan berinvestasi tetapi pada kenyataannya hanya memperkaya perusahaan itu sendiri tanpa memikirkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Kalaupun bukan investor local, saran saya pengelolaan TNGC itu disinergiskan dengan BUMDes di wilayahnya, biar terasa langsung oleh masyarakat sekitar. Percuma kan kita bentuk BUMDes di tiap desa kalau mereka hanya jadi penonton. Katanya ada desa pinunjul dan desa wisata sesuai visi Kuningan Maju,” ujarnya.

Tanggapi Dukungan Terhadap Geothermal

Soal dukungan ketua Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Kuningan terhadap rencana pertambangan energi panas bumi (geothermal), menurut Genie, itu sarat kepentingan kelompok dan perorangan.

“Kalau memang tidak ada masalah, kenapa dari dulu pemda tidak pernah serius untuk menyosialisasikan bagaimana geothermal itu dibangun, bekerja, serta dampak baik dan buruknya. Kan gak ada niat untuk menuntaskan itu,” ketus Genie.

Dia meminta agar jangan selalu mengatasnamakan PAD dalam setiap merealisasikan sebuah rencana. Tapi kenyataannya justru PAD tidak terdongkrak dan masyarakat tidak menikmati “kue”nya, melainkan hanya dinikmati orang-orang tertentu saja.

“Kita ambil contoh PDAU. Dulu sewaktu mau didirikan hingga berjalan beberapa tahun, miliaran dana digelontorkan dari APBD. Alasannya biar PAD naik. Tapi mana? Berapa miliar sih PAD yang dihasilkan? Malah sempat mencuat wacana mau dibubarin,” pungkasnya. (deden)

Berita Terbaru

Advertisement
Advertisement
Advertisement

You May Also Like

Economics

KUNINGAN (MASS) – Jika perubahan status hukum PDAU menjadi PT Perseroda dianggap sebagai solusi untuk menyelamatkan perusahaan daerah di Kuningan, maka muncul pertanyaan lain...

Economics

KUNINGAN (MASS) – Jika selama ini PDAU dianggap tidak mampu berkontribusi optimal bagi daerah, mungkin ada satu faktor utama yang perlu dievaluasi yaitu status...

Economics

KUNINGAN (MASS) – Setelah mencermati berbagai perdebatan mengenai pembubaran PDAU, kini muncul pertanyaan lain yang tak kalah penting: benarkah perusahaan daerah tersebut benar-benar menjadi...

Economics

KUNINGAN (MASS) – Polemik seputar keberlangsungan Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Kuningan semakin memanas. Wacana pembubaran perusahaan daerah tersebut semakin santer terdengar seiring dengan...

Anything

KUNINGAN (MASS) – Kepala Saksi (Kasi) 1 Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Ade Kurniadi Karim, memberikan penjelasan terkait pengelolaan perizinan pemanfaatan air yang berada...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Kepala Seksi PTN Wilayah I Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Ade Kurniadi Karim, memberikan tanggapan terkait permasalahan pemanfaatan air di wilayah...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Tiga orang pendaki yang diketahui berasal dari salah satu Ponpes ternama di Kuningan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat setelah sempat tersesat...

Government

KUNINGAN (MASS) – Sebanyak kurang lebih 35 restoran yang berada di Kecamatan Cigugur, terindikasi tidak memiliki izin pemanfaatan air dan mereka pun tidak bekerjasama...

Politics

KUNINGAN (MASS) – Pasangan calon Bupati nomor urut 3, H Yanuar – H Udin Kusnedi, mendapat pertanyaan tentang eksplorasi isi Gunung Ciremai, panas bumi...

Anything

KUNINGAN (MASS) – Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) resmi mengumumkan penutupan sementara jalur pendakian Gunung Ciremai mulai tanggal 28 Oktober 2024. Keputusan ini...

Politics

KUNINGAN (MASS) – Sebuah aksi atraktif dilakukan oleh 10 pemuda asal Kuningan yang menancapkan baliho pasangan calon bupati dan wakil bupati HM Ridho Suganda...

Anything

KUNINGAN (MASS) –  Kawasan utara Gunung Ciremai (sekitar kecamatan Pasawahan) selama ini jadi langganan kebakaran saat musim kemarau tiba.  Tidak tanggung-tanggung, dalam setahun area yang...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Humas BTNGC (Balai Taman Nasional Gunung Ciremai) Ady Sularso menyebut hamper tidak mungkin macan tutul yang muncul di Desa Gunungmanik Kecamatan...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Sepanjang tahun 2023 kemarin, kebakaran lahan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) mencapai 177 hektare. Hal itu diungkap Kepala Balai...

Headline

KUNINGAN (MASS) – PWNU Jawa Barat bersama sejumlah banom NU, mendesak Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) untuk menindak aksi penyadapan getah pinus secara...

Anything

KUNINGAN (MASS) – Mendaki Gunung Ciremai jadi pilihan banyak orang untuk merayakan tahun baru 2024. Bukan hanya masyarakat biasa, Pj Bupati Kuningan Raden Iip...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) kembali berkobar dilahap api hari ini, Jumat (3/11/2023) siang sekitar pukul 13.31 WIB. Pasca beberapa...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Kobaran api kembali menyala di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai pada Sabtu-Minggu (22-23/10/2023) kemarin. Kebakaran, diperkirakan terjadi mulai Sabtu malam sekitar...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Adalah Nenek Ikah, perempuan 60 tahun yang ditemukan setelah menjadi mayat di jalur pendakian Gunung Ciremai,Kamis (12/10/2023) kemarin. Korban, ternyata sudah...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Seorang mayat perempuan ditemukan di Jalur Pendakian Gunung Ciremai, Kamis (12/10/2023) sekitar pukul 13.00 WIB siang. Mayat perempuan itu, ditemukan tepatnya...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Fenomena kebakaran kawasan Gunung Ciremai beberapa waktu belakangan, menjadi hal yang menjadi sorotan banyak. Kebakaran serta titik api yang muncul berhari-hari...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Kebakaran kawasan Gunung Ciremai yang terjadi baru-baru ini, seolah menegaskan bahwa fenomena itu jadi insiden yang jadi. Hal itu jugalah yang...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Pasca dinyatakan tidak ada lagi titik api pada Minggu (27/8/2023) lalu sekitar pukul 17.00 WIB, pada hari berikutnya, Senin (28/8/2023) kemarin...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Kebakaran yang melanda lahan di kawasan Gunung Ciremai, terus meluas sejak Jumat (25/8/2023) lalu. Area terbakarnya, bahkan meluas pada hari berikutnya...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Kebakaran lahan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai yang terjadi sejak Jumat (25/8/2023) kemarin, ternyata berdampak sekitar 56,9 ha. Kawasan yang...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Kawasan hutan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) mengalami kebakaran hari ini, Jumat (25/8/2023). Lokasinya, mulai dari Blok Batu Kuda wilayah Desa...

Advertisement
Exit mobile version