Connect with us

Hi, what are you looking for?

Government

Ini Cara Kemendagri Bantu UMKM Lebih Maju

 

KUNINGAN (MASS)- Jumlah Usaha Mikro , Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia saat ini terus menurun. Ini bisa dilihat dari jumlah semula 57 juta saat ini tinggal 31 juta (data tahun 2013).

Situsi ini menjadi perhatian serius Kementrian Dalam Negeri khususnya Ditjen Politik dan Pemeritahan Umum. Untuk itu mereka mengelar acara Penyusunan Modul tentang Peran Strategis Pasar UMKM Digital Kreatif dalam memperkuat Ketahanan Ekonomi Nasional, yang digelar pada Senin (23/4/2018) di Gragae Sangkan Hotel Spa.

Untuk peserta adalah 50 orang  dari 10 perwakilan kota/kabupatan yang ada di Jawa Barat. Selain itu juga hadir comunnty UKM, dan Dirurt BUMD Kuningan.

Dipilihnya Jabar oleh Kementrian karena berdasarkan hasil Sensus Ekonomi 2016 Total Jumlah Pelaku Usaha adalah 26.711.001. Dengan komposisi jumlah pelaku Usaha Mikro  Kecil (UMK) sebanyak 26.263.649 dan Usaha Menengah, Besar (UMB) sebesar 447.352.

Jawa Barat berada di posisi ke dua terbesar setelah Jawa Timur. Dengan jumlah total pelaku usaha di Jawa Barat sebanyak 4.634.807 atau 17,35 % dari total pelaku usaha secara Nasional atau 28,57 persen terhadap total usaha/ perusahaan di Pulau Jawa.

Acara ini dibuka oleh Sekteris Ditjen Polpum Didi Sudiana MM. Adapun yang mengisi materi adalah Direktur Ketahanan Ekonomi Sosisal dan Budaya Ditejn Polpum Drs Lutfi MSi. Lalu, pemaparan draf modul  Penyusunan Modul tentang Peran Strategis Pasar UMKM Digital Kreatif Dalam Memperkuat Ketahanan Ekonomi Nasional  oleh Ir Tjahyo Ruruh Djatmiko MA MM.

Kadis Koperasi dan UKM Kuningan Ir Bunbun Budhihasa pun ikut memberikan materi. Sedangkan dari Akademisi Institut Pemerintah Dalam Negeri hadir Dr Bharudin Tharir MSI. Selain itu juga hadir Kepala Kesbangpol Kuningan Dadi Haryadi. Tidak Lupa Subdit Ketahanan Ekonomi Dit Ekososbud Ditjen Polpum, Hamda.

Tjahjo Ruruh Djatmiko menjelaskan tentang Peran Strategis Pasar UMKM Digital Kreatif. Dimulai dengan penjelasan bahwa Pasar UMKM Digital Kreatif (PUDiKI) adalah bukan ingin meniadakan Pasar Tradisional, bahkan PUDiKI justru bisa menambah omzet dari para pedagang yang ada di pasar tradisional.

Dengan fokus memberikan bimbingan teknis operasional dengan menjalankan curriculum yang sudah disusun oleh Kemendagri sebagai panduan standard program pelatihan dan pendampingan UMKM maka diharapkan Usaha Mikro bisa Naik kelas. Dalam penjelasan terakhirnya Tjahjo Ruruh Djatmiko juga menjelasakan bahwa Pasar UMKM Digital Kreatif adalah bukan Aplikasi Market Place .

Pasar UMKM Digital Kreatif adalah sebuah aplikasi yang dibangun Kemendagri untuk pelaku usaha mikro dengan fasilitas Single Id Number untuk seluruh UMKM di Indonesia , program pelatihan yang terstruktur, dilengkapi dengan data informasi bahan baku , informasi pelaku industry menegah , besar , informasi Pelaku usaha mikro yang sudah sertifikasi, fasilitas akses permodalan dan lain lain.

Pasar UMKM Digital Kreatif adalah juga sebagai tempat berjualannya para pelaku usaha mikro yang hanya punya medsos dan atau hanya punya toko online online di Market Place semuanya bisa berjualan melalui fasilitas Pasar UMKM Digital Kreatif ini.

Dengan begitu lengkapnya fasilitas yang ada di Pasar UMKM Digital Kreatif, diharapkan kendala – kendala operasional UMKM selama ini bisa tersolusikan.(agus)

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement
Advertisement

You May Also Like

Advertisement
Exit mobile version