Warga Kuningan Ikut Berduka Bencana Palu dan Donggala

KUNINGAN (MASS)- Kejadian gempa bumi yang disusul terjangan tsunami yang terjadi di Donggala dan Palu di Provinsi Sulawesi Tengah pada Jumat sore membuat warga Indonesia semua berduka, tak terkecuali warga Kabupaten Kuningan. Mereka ikut bersedih dengan musibah yang terjadi.

Kabar terjadi bencana gempa bumi dan tsunami begitu cepat menyebar di medsos, terutama gambar dan video tsunami. Banyak warga yang menyampakian duka di media sosial, baik FB, Twiter hingga instagram. Mereka semua berdoa agar yang musibah cepat berlalu dan warga diberikan kekuatan.

kuninganmass.com sendiri hingga saat ini belum mendapatkan data terkait korban yang meninggal dunia atau terluka yang berasal dari warga Kuningan. Semua berdoa agar banyak warga yang selamat meski kondisi di Palu dan Donggala saat ini rusak parah.

“Semoga saudara kita diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah ini. Tahun ini warga Indonesia benar-benar tengah diuji. Semoga musibah cepat berlalu,” ujar Wawan salah satu warga Kuningan yang terus menerus menonton siaran televisi, Jumat malam.

Berikut Press releases dari BMG  NO: UM.505/9/D3/IX/2018

Menanggapi peristiwa gempabumi tektonik yang terjadi di Provinsi Sulawesi Tengah, maka kami menyampaikan pernyataan sebagai berikut:

1. Parameter Gempabumi Parameter awal

Telah terjadi gempabumi tektonik pada:

Hari, Tanggal, Pukul : Jumat, 28 September 2019, 17.02.44 WIB

Kekuatan : M 7.7

Lokasi : 0.18 LS dan 119.85BT

Kedalaman : 10 km

 

Parameter yang telah diupdate:

Hari, Tanggal, Pukul : Jumat, 28 September 2018, pukul 17.02.45 WIB

Kekuatan : M 7.4

Lokasi : 0.20 LS dan 119.89 BT

Kedalaman : 11 km

Gempabumi berpusat di 26 km Utara DONGGALA-SULTENG. Menurut hasil pemodelan tsunami BMKG, gempa bumi ini berpotensi menimbulkan tsunami dengan level tertinggi SIAGA di Donggala Barat dengan estimasi ketinggian gelombang tsunami 0,58 m dan estimasi waktu tiba 17.22.43 WIB sehingga BMKG mengeluarkan Peringatan Dini Tsunami (PDT).

Setelah dilakukan pengecekan terhadap hasil observasi tide gauge di Mamuju, tercatat adanya perubahan kenaikan muka air laut setinggi 6 cm pukul 17.13 WIB. Berdasarkan hasil update mekanisme sumber gempa yang bertipe mendatar (strike slip) dan hasil observasi ketinggian gelombang tsunami, serta telah terlewatinya perkiraan waktu kedatangan tsunami maka Peringatan Dini Tsunami (PDT) ini diakhiri pada pukul 17.13 WIB.

Dari hasil monitoringBMKG hingga Pukul 18.21 WIB, telah terjadi 7 gempabumi susulan yang tercatat, dengan magnitude masing-masing M6,3; M6,2; M6,2; M4,7; M5,6; M5,0; dan M6,1. BMKG terus memonitor perkembangan gempabumi susulan dan hasilnya akan diinformasikan kepada masyarakat melalui media.

2.Dampak Gempabumi Guncangan gempabumi ini dirasakan di Toli-Toli II SIG-BMKG (V MMI); Donggala II SIGBMKG (IV MMI); Gorontalo, Poso, dan Palu II SIG-BMKG (III-IV MMI); Majene dan Soroako II SIG-BMKG (III MMI); Kendari, Kolaka, Konawe Utara, Bone, dan Sengkang II SIG-BMKG (II-III MMI); Kaltim Kaltara II SIG-BMKG(II – III MMI); Makassar, Gowa, dan Toraja I SIG-BMKG (II MMI). Hingga saat ini sudah ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Berdasarkan data sementara dari BPBD Kabupaten Donggala tercatat 1 orang meninggal 1 orang meninggal dunia, 10 orang luka-luka dan puluhan rumah rusak. Korban tertimpa oleh bangunan yang roboh. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com