Warga Harus Waspada, Selama 28 Hari Sudah 9 Kasus Kebakaran

KUNINGAN (MASS)- Warga Kabupaten Kuningan diminta lebih waspada karena selama musim kemarau ini sudah ada sembilan kasus kebakaran. Lima kasus terjadi pada bulan Juli dan hingga tanggal 5 Juli sudah ada 4 kasus kebakaran dan yang terbaru terjadi pada Minggu dini hari jam 01.35 WIB dimana panglong kayu milik Abdul Azis (35) warga  Desa Kasturi Blok Wage Rt 13 RW 03 Kecamatan Kuningan ludes terbakar.

Dari Luas bangunan total 100 M x 33 M = 330 M2  terbakar  8 M x 6 m = 48 M2. Korban sendiri harus menanggung kerugian Rp46 juta karena selain banguna, banyak kayu yang siap kirim ikut ludes terbakar. Adapun penyebab kebakaran  adalah dari  sumber api yang berasal dari sisa pembakaran sampah yang berada disamping pengolahan kayu yang lupa dimatikan.

Dari infromasi yang kuninganmass.com  himpun kebakaran terjadi pada  sekitar pkl 01.35 dimana api sudah terlihat dari sebelah timur gudang panglong kayu. Pada  pukul 01.55 WIB Suratman (44) anggota Satpol PP yang sedang piket melaporkan kejadian ke kantor UPT Damkar  jam  02.07  WIB .

Begitu ada laporan 2 unit Randis Damkar dan 8 orang anggota meluncur ke TKP, dibantu oleh 4 orang personil anggota Satpol PP dan 7 anggota Polri bahu membahu melakukan pemadaman . Api selesai dipedamkan  sekitar jam  03.15 WIB .

Menurut  Abdul Azis membenakarkan sumber api berasal dari sisa pembakaran sampah yang berada disamping pengolahan kayu yang lupa dimatikan. Hembusan angin kencang membuat api cepat merembet  dan menghanguskan bangunan.

Terpisah, Plt Kepala UPT Damkar Satpol Pp Kab.Kuningan MH Khadafi Mufti SPd MSi  meminta kepada seluruh warga masyarakat kabupaten Kuningan, yang memiliki kegiatan usaha baik skala kecil ataupun besar yang memiliki luas lahan, menjadi tempat penyimpanan barang (gudang) agar bisa menempatkan petugas jaga.

Kemudian melengkapi seluruh sarana dan prasarana kebakaran seperti halnya  Alat Pemadam Api besar (APAB) / alat pemafam Api ringan (Apar), tandon air / sumber air lainnya. Hal itu  sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

“Kepada seluruh aparatur pemerintahan yang berhubungan dengan perizinan, kami menyarankan/menghimbau sebelum di terbitkannya surat izin usaha bagi orang perorangan/ badan usaha, sebelum di terbitkanya izin usaha diharapkan untuk dapat berkoordinasi dengan UPT Damkar  terkait dengan sarana dan prasarana pencegahan kebakaran,” jelasnya.

Apabila belum terdapat kelengkapan sarana dan orasarana pencegahan kebakaran  lanjut dia, , agar dapat di koreksi kembali mengingat hal yang dianggap  biasa itu bisa menjadi luar biasa. Apabila akibat kebakaran muncul maka  kerugian yang ditimbulkan bukan sendiri tapi banyak orang bahkan  nyawa pun bisa terancam. (agus)

 

 

 

 

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com