Tanggapan Perhutani Terkait Masalah Penebangan Kayu berujung Hukum

KUNINGAN (MASS)- Kasus Ujang warga Dusun Sukamukti RT 001/003 Desa Cipedes  Kecamatan Ciniru yang ditangkap dan diancam hukuman penjara lima tahun serta denda hingga Rp2,5 miliar, karena ia  menebang 47 batang pohon milik KPH Perhutani menjadi perhatian semua pihak.

Banyak yang menyebutkan kasus tersebut seharusnya bisa diselesaikan dan  tidak perlu sampai ke hukum, terlebih Ujang sendiri adalah Kelompok PHBM yang berkerjasama dengan Perhutani.

Menyikapi polemik yang terjadi maka Administratur Perhutani KPH Kuningan Tedy  Sumarto angkat bicara. Menurutnya, kerjasama PHBM itu ada perjanjian kerjasamanya (MoU) dan dalam MoU itu jelas terkait hak dan kewajiban serta mekanismenya.

“Malah yang kita kedepankan adalah kolaborasi antara Perhutani dan Masyarakat dalam menjaga hutan bukan malah merusaknya,” jelasnya kepada kuningamass.com Kamis (15/11/2018).

Mengenai penyelesaian tidak lakukan secara kekeluargaan lanjut dia, karena itu sudah masuk ranah hukum. Tidak ada toleransi apabila ada pelanggaran.

Apalagi ini kata dia,  kaitannya dengan barang negara yang dicuri dan masuk kewenangan Penegak Hukum (Kepolisian) dan ada di UU no 41 tahuh 1999.

“Meski pelaku adalah anggota PHBM dan sudah 8 tahun, tapi ini kaitannya adalah pencurian,” jelasnya.

Sekedar mengingatkan Ujang warga Dusun Sukamukti RT 001/003 Desa Cipedes  Kecamatan Ciniru diancam hukuman penjara lima tahun. Bukan hanya ancaman penjara tapi denda hingga Rp2,5 miliar.

Penyebab Ujang diancam penjara adalah karena ia  menebang 47 batang pohon milik KPH Perhutani. Ke 47 batang pohon itu adalah 44 batang pohon mahoni, 2 batang jenis jenjing, 1 jenis kihiyang.

Akibat perbuatan Ujang, Perhutani menderita kerugian sebesar Rp124.113.000. Ujang beserta barang bukti sudah diamankan oleh pihak kepolisian.

Kapolres Kuningan AKBP Iman Setiawan SIK melalui Kasat Reskrim AKP Syahroni SH mengatakan, kasus ini bermula dari Senin tanggal 5 November 2018  sekitar jam 21.30 Unit Tipiter menerima pelaku penebangan tanpa seizin dari Perum Perhutani. Dimana pelaku bulan Oktober pada  hari Mingggu (20/10/2018)  sekitar jam 16.00 WIB telah melakukan aktivitas penebangan.

Ujang lanjut Syahroni  melakukan penebangan di  Blok Cikokol Petak 40 B dan 40 G RPH Pakembangan BKPH Garwangi KPH Kuningan Sebanyak 47 pohon. Pohon itu  oleh pelaku dirubah menjadi 49 batang kayu ukuran persegi dengan panjang 2,5 meter.

“Pohon itu diangkut ke kubangan parit wilayah Blok Katulampa Desa Cipedes untuk direndam. Dari kejadian ini  Perhutani rugi Rp124.113.000,” ujar kasat, Rabu (14/11/2018).

Sekedar informasi kejadian ini viral dan menjadi perhatian pemerhati hukum Totong Hermawan. Di kolom Netizenmass tanggal 8 November 2018  yang ada di kolom kuninganmass.com ia mempertanyakan penangkapan tersebut.

Menurut Totong, Ujang itu adalah anggota dari Kelompok PHBM yang berkerjasama dengan Perhutani. Ujang menebang pohon karena sudah menanam dan bertahun-tahun memelihara sekitar 4.000 pohon yang dikelola anggota sehingga karena hal itu ia merasa punya hak.(untuk lengkapnya baca https://kuninganmass.com/anything/netizen-mass/jadi-membingungkan-siapa-sesungguhnya-yang-mencuri-dan-siapa-yang-kecurian/). (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com