Petani Terpaksa Kubur ‘Uang’ Rp540 Juta

KUNINGAN (MASS)-  Peristiwa ikan mabok dan mati di  keramba jaring ampung (KJA) di Waduk Darma kembali terjadi. Seolah mengulang kejadian seperti sebelumnya, dimana setiap memasuki pancaroba ikan  selalu seperti itu.

Menurut Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas Perairan Umum Jawa Barat Umar Hidayat, total 40 ton ikan yang mabuk. Dari jumlah itu 13 ton bisa terjual dengan harga antar Rp10 ribu hingga Rp5.000.  Sedang 27 ton mati dan terpaksa dikubur.

“Kejadian Sabtu malam mulai  jam 2.00 WIB. Pada saat itu  cuaca mendung berkabut akibat pancaroba. Sehingga suhu permukaan hingga 19 derajat celcius. Maka terjadilah arus balik dan mengakibatkan ikan  mabuk karena kekurangan oksigen dalam air serta kadar air berbau besi, air pun berwarna kehitaman,” tandas Umar menceritakan, Selasa (13/11/2018).

Diterangkan, petani  sudah merasa kelelahan karena sehari semalam siaga di karamba dan mengangkut yang 13 ton ke darat agar bisa dijual. Maka sisanya ikan kebanyakan baru bisa diangkat dari jaring keramba pada  Senin (12/11/2018). Yang jumlah 27 ton sendiri sudah membusuk maka langsung dikubur.

Umar menyebut meski selalu rugi tapi petani ikan tidak pernah kapok dengan usaha KJA karena sudah menjadi mata pencaharian mereka. Saat ini jumlah KJA yang ada di Waduk Darma 4.902 dan sudah ditarik 107 kolam.

“Cara agar tidak terjadi ikan mabuk dan mati adalah pengurangan jumlah karamba yang ada . Lalu, penertiban lokasi karamba hasil pengurangan dan terakhir pengerukan lumpur waduk darma,” ujar mantan Kades Jagara ini.

Umar menyebutkan, saat ini petani siaga terus di keramba dengan menggunaka pompa. Saat ini cuaca masih belum menentu.

Mengenai jumlah kerugian sekitar Rp540 juta (27 ton X Rp20 ribu harga ikan emas). Dari 13 ton petani hanya mengantongi Rp130 juta dan jumlah itu menimal bisa menjadi modal agar petani bisa kembali memulai usaha lagi.(agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com