Pasca Membunuh, Pencuri Tinggalkan Dua Ekor Kerbau

KUNINGAN (MASS) – Ternyata hewan ternak kerbau yang dicuri oleh komplotan pencuri yang terjadi di Blok Bedeng RT 09/04 Dusun Gunungjawa Desa/Kecamatan Karangkancana totalnya adalah empat ekor. Namun, dua ekor kerbau lainnya oleh pencuri dilepaskan.

Padahal yang dua ekor itu dibawa ke lokasi yang cukup jauh dari kandang kerbau milik  Kasam (55). Kerbau itu ditemukan oleh warga yang sering berburu ke gunung di dekat SMPN 1 Karangkancana.

“Korban sehari-hari tinggal di kandang kerbau. Ia hanya pulang ke rumah ketika meminta makan. Untuk makan pun ia dari keluarganya karena sudah lama menduda,” ujar Sekdes Karangkancana Redi Rohimat Putra, Jumat (18/10/2019) pagi kepada kuninganmass.com.

Ia menerangkan, awalnya korban dinyatakan hilang adalah Kamis. Pasalnya, dari pagi sampai sore korban tidak datang untuk meminta makan ke kerabatnya. Dede salah seorang ponakannya melaporkan hilangnya korban ke Plt Kadus Gunungjawa Yasin Burhanudin.

Diterangkan, Yasin Burhanudin yang juga Bendarhara desa melaporkan ke perangkat desa termasuk ke Kades. Dan pada Kamis malam sekitar jam 7 dibahas masalah hilangnya korban di rumah kerabat korban yang rumahnya berdampingan dengan rumah Kasam.

Ternyata disaat yang lain tengah membahas, empat orang yang terdiri Yasin Burhanudin, Gugun, Daslim, dan Darma mencari ke kandang. Korban sendiri sudah tidak ada di lokasi sehingga empat orang itu memutuskan menyebar ke perkebunan.

Tidak jauh dari kandang, Gugun yang juga ponakan korban berteriak pamannya sudah ditemukan. Namun, sudah tidak bernyawa dan mengeluarkan bau tidak sedap.

“Kami lapor ke Polisi dan baru beres diangkut Jumat dini hari sekitar jam 2. Ini kejadian menggegerkan warga dan baru kali pertama terjadi,” jelasnya yang menyebutkan, korban dibunuh pada Rabu malam karena pada Rabu sore masih terlihat.

Mengenai dua ekor kerbau sendiri lanjut Redi, oleh warga yang menemukan diantarkan ke kandang. Awalnya tidak curiga bahwa korban sudah dibunuh, ia mengira korbau lepas dari kandang.

“Semoga kasusnya terungkap karena hal ini membuat warga menjadi geger dan juga resah. Untuk kerbau sendiri tidak dibawa ke jalan desa melainkan dibawa ke bukit yang nantinya keluar desa tetangga yakni Desa Baok Kecamatna Ciwaru,” jelas Redi lagi.

Pada Rabu malam tidak ada kendaraan truk yang melintas ke dusun tersebut. Kalau pun ada kendaraan, itu mobil travel dan sudah rutin menjemput warga yang akan ke Jakarta. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com