Inilah Data Empat Korban Semburan Gas Melon

KUNINGAN  (MASS) – Empat  warga Desa/Kecamatan Cimahi yang mengalami luka bakar langsung mendapatkan perawatan di dua rumah sakit. Tiga orang di RS Juanda dan satu di RS KMC.

Adapun tiga orang yang dirawat di RS Juanda adalah Sutam (45), Sutini (56) dan Rohati (67). Mereka semua merupakan warga Dusun I namun beda RT. Sedangkan Wasni dirawat di RS KMC.

Luka bakar yang mereka alami berbeda-beda. Untuk Sutam hanya dibagian kaki. Dua kulit kakinya melepuh. Sedangkan  Sutini dibagian wajah dan kaki. Begitu juga dua orang lainnya luka bakar bagian kaki dan badan.

Ketika kuninganmass.com Kamis malam sekitar jam 22.00 WIB menyambangi mereka, tampak mereka tertidur pulas dengan bagian luka dibalut dengan perban. Korban tidak sendiri ditemani oleh para keluarga.

“Saya menyaksikan langsung peristiwa itu. Awalnya ada warga yang membawa tabung. Rencananya tabung tersebut akan dipindahkan dari rumah satu ke rumah lain yang sama-sama juga digunakan untuk masak,” ujar istri Sutam yang bernama Cani.

Cani menerangkan, ketika ditengah jalan tabung yang masih ada gasnya itu mengeluaran suara angin. Tidak jauh dari tempat itu ada tungku api.

Kontan saja yang membawa gas itu kaget dan melemparkan ke penampungan air yang disediakan oleh Nina untuk mencuci keperluan memasak. Ternyata setelah dimasukan ke penampungan air itu bunyi yang ditimbulkan semakin besar dan langsung disambar oleh api.

Api berkobar mengikuti arah angin terlebih kondisi di tempat hajat sedikit pengap karena tertutupi trepal. Api itu seperti mengamuk menyambar orang-orang yang ada di sekitar.

“Suami saya padahal tidak dekat dengan tungku tapi seolah dikejar. Ia pun berlari namun tetap saja kedua kakinya terkena semburan api,” ujar Cani.

Suaminya itu pasca terbakar sempat ke rumah dan mengira tidak terjadi apa-apa. Namun, beberapa menit kemudian kulit kakinya bergelembung dan akhirnya dilarikan ke rumah sakit.

“Yang lain juga posisinya jauh-jauh. Untungnya hanya empat orang. Saya heran dengan api seperti mengamuk,” tandasnya.

Mengenai biaya pengobatan Cani berharap ada yang membantunya karena tiga warga yang lainnya memiliki KIS. Sedangkan Sutam tidak memiliki sehingga perlu dibantu.

Sementara itu, baik Kades Cimahi Wahidin maupun Camat Cimahi Agung sudah menjenguk korban di dua rumah sakit yang berbeda. Keluarga korban sendiri tampak merasa tenang dengan perhatian yang besar dari Camat dan kades.(agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com