Gas Melon Bocor, Lima Orang Jadi Korban

KUNINGAN (MASS)-  Lima orang warga di Dusun Manis RT 21/ 3 Lingkungan Paseman Desa/Kecamatan Ciawigebang, Jumat sore mengalami lukar bakar yang cukup parah. Luka bakar itu diperoleh setelah tabungan gas melon ( gas 3Kg) bocor dan gas tersebut disambar api dari tunggku yang tidak jauh dari tabung gas.

Kelima korban tersebut adalah 5 orang Atas Warsita (55). Ia mengalami  luka bakar tangan, pangkal paha, kaki, luka bakar diprediksi 30 persen mengalami luka bakar. Lalu,  Encim ( 45) dengan luka bakar terdiri tangan dengan luka bakar sebesar 7 persen.

Kemudian, Emod (22 ) mengalami luka bakar  tangan 7 persen dan , Kaila (7 ) mengalami luka bakar  ditangan  tangan dan  kaki dengan luka bakar 30 persen). Sedangkan  Zidni (11)  juga mengalami luka bakar, tangan, kaki dan badan sebelah kiri.  Luka bakar 30 persen.

Mereka semua yang masih ada ikatan keluarga dirawat di  klinik Mitra Husada di Kecamatan Ciawigebang. Bukan hanya menimbulkan korban manusia tapi sang pemilik yang beranama Warsita mengalami keruigan sebesar Rp40,5 juta karena bangunan dan isi rumah ludes terbakar.

Dari informasi yan diperoleh UPT Damkar Kuningan kejadian itu terjadi Jumat (19/10/2018) sekitar 15.30 WIB, Pada Saat itu  pemilik rumah Warsita  tengah mengganti gas melon. Pada saat yang bersamaan terdapat kebocoran dari regulator yang tersambung pada kompor,.

Saat itu posisi regulator dekat dengan tungku dan nahasnya  tungku  sedang menyala.   Kontan saja  api menyambar gas yang sedang dipasang pemilik rumah. Korban kaget bukan kepalang begitu juga empat orang lainnya yang tidak jauh dari lokasi ikut terbakar

Laporan yang masuk pun terbilang terlambar karena baru ada jam 16. 15 WIB, Itu  anggota Polsek Ciawigebang Brigadir Lutfi (38) yanhg melaporkan kejadian kebakaran ke Kantor UPT Damkar .

Jam  16.20  WIB 1 Randis Damkar dan 5 anggota meluncur ke TKP ,tiba pkl 16.35 (+-15 menit). Dengan  dibantu warga sekitar, anggota Polsek Ciawigebang, anggota Koramil Ciawigebang akhirnya api berhasil dipadamkan pada pkl. 17.30 wib (+- 1 jam).

“Sekali lagi desa/kelurahan  harus  menyediakan sarana dan prasarana pencegahan kebakaran , seperti halnya ; apar , hydran air , tandon air  di setiap lingkungan. Ini  sebagai upaya pencegahan dini bahaya kebakaran,” ujar  PLT Kepala UPT Damkar Satpol PP  Kuningan MH Khadafi Mufti SPd MSi. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com