Ditemukan Korban Hanyut yang Diduga Akibat Bencana Banjir

KUNINGAN (MASS) – Kabar terbaru ditemukan jasad seorang pria berumur 55 tahun yang diduga korban banjir. Setelah ditelusuri, korban tersebut bernama Surinta warga Dusun Dogdog Desa Margamukti Kecamatan Cimahi Kabupaten Kuningan.

Menurut keterangan yang diperoleh kuninganmass.com, jasad korban ditemukan oleh warga Losari Cirebon. Setelah saling kontak, korban kemudian dibawa oleh keluarga dan langsung dikebumikan di tanah kelahirannya Rabu siang (28/2/2018).

Kabarnya, Surinta terbawa hanyut derasnya arus Sungai Cisanggarung malam Jumat lalu. Waktu itu, ia sedang menghindari longsor namun terpeleset dan jatuh ke kali yang menembus sungai Cisanggarung. Sumber yang dapat dipercaya menyebutkan, bersamaan dengan bencana di tempat lain, Dusun Dogdog pun mengalami bencana longsor.

“Bencana juga di Dusun Dogdog. Pas lari mau menghindari bencana longsor, korban lewat hutan dan sawah. Mungkin terpeleset ke kali dan terbawa hanyut,” tutur sumber kuninganmass.com.

Jika dihitung sejak malam Jumat, berarti jasad korban sudah terendam di air Sungai Cisanggarung selama 5 hari. Kini sudah dikebumikan.

Namun ketika dikonfirmasikan, Camat Cimahi, Agung, mengaku baru mendengarnya. “Saya baru dengar. Nanti saya telusuri dulu,” ujarnya.

Sedangkan Kepala BPBD, Agus Mauludin belum mendapat laporan resmi baik dari camat Cimahi maupun kades Margamukti. Padahal sejak terjadinya bencana ia telah menugaskan untuk melakukan penyisiran titik bencana.

“Infonya iya ada korban ditemukan di Losari. Tapi kita lagi telusuri apakah itu korban banjir pas bencana atau bukan. Karena semenjak terjadinya bencana kita tidak mendapatkan laporan dari camat maupun kades,” jelas Agus.

Belakangan Agus menyampaikan informasi terbaru. “Barusan info dari camat, Pak Surinta mengalami gangguan jiwa, pihak keluarga pun baru melaporkan tentang kehilangan yang bersangkutan ke desa kemarin,” kata Agus.

Setelah mendapatkan laporan itu, dilakukan pencarian di wilayah Cimahi namun tidak ditemukan. Agus mengatakan, sampai saat ini pun BPBD belum menerima laporan kehilangan kronologis kejadian hingga ditemukannya mayat korban di daerah Losari.

“Jadi BPBD belum dapat memastikan penyebab kematian yang bersangkutan. Sedangkan pihak kepala desa belum dapat dikonfirmasi,” paparnya Rabu sore menjelang petang. (deden)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com