Cerita Punghuni Huntara: Sudah Jatuh Tertimpa Tangga Lagi

KUNINGAN (MASS)- Disaat semua orang bahagia merayakan lebaran dengan keluarga dan sanak saudara. Tidak jauh dari tempat tinggal ada para pengungsi yang saat ini mendiami hunian sementara atau huntara.

Pengungsi itu harus merasakan kesedihan yang sangat luar biasa. Dalam benak mereka tidak terbayang bakal lebaran seperti sekarang ini. Semua berubah seketika pada saat bencana menimpa sebagian warga termasuk yang dialami warga Desa Pinara.

Kini, di pengungsian mereka mencoba bangkit meski sangat berat. Dorongan dan dukungan dari semua pihak yang membuat mereka tegar. Pada saat merayakan lebaran mereka berkumpul di masjid yang ada di pengungsian.

“Pada saat tadi pagi hati saya campur aduk. Disisi lain bahagia karena bisa merayakan Idul Fitri, tapi disisi lain sedih karena harus merayakan di pengungsian,” ujar Sanadi kepada kuninganmass.com, Jumat sore.

Diterangkan, kesedihannya berlipat karena pada Rabu atau dua hari menjelang lebaran istri tercinta bernama Yani meninggal dunia. Meski sakit ginjalnya dirawat selama dua hari namun Allah berkendak lain.

“Kalau ibarat pepatah adalah sudah jatuh tertimpa tangga pula. Itu yang saya alami saat ini. Tapi saya yakin Allah akan memerikan kekuatan kepada saya,” ujar Sanadi yang diamini kakaknya bernama Komar.

Karena ke tempat tinggal jauh maka, makam istrinya dipilih di dekat Huntara samping SMAN Ciniru. Untunya ada lahan yang kosong. Selama huntara ada sudah dua orang meninggal dunia. Warga bertahan dan berharap Allah memberikan jalan yang terbaik.

Mengenai fasilitas di  Huntara memang masih dari kata kurang karena dari ratusan huntara hanya ada dua WC. Begitu juga sarana air bersih minim, meski untuk listrik sudah ada.

“lihat saja kalau mandi harus nyari tempat yang lain karena hanya ada dua WC,” sebut dia yang mengaku baru beres tahlilan itu.

Terpisah, Kades Pinara Lili Suheni menerangkan, meski dengan keterbatasan warga sangat bersyukur. Saat ini yang terpenting bisa berkumpul dan juga ada yang memperhatikan.

“Bantuan massih ada yang ngasih meski tidak banyak. Tapi minimal masih ada yang peduli,” jelasnya. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com