Cerita Pilu Korban Elf Terbalik di Cilimus

KUNINGAN (MASS)- Kejadian elf terbalik di ruas Jalan Kuningan-Cirebon tepatnya di Kecamatan Cilimus menjadi perbincangan. Semula yang menjadi korban adalah lima orang.

Padahal sebenarnya sangat banyak, namun karena hanya menderita luka kecil banyak korban yang memilih pulang dan tidak memperpanjang kasus ini.

Dari data yang dihimpun oleh kuninganmass.com yang memutuskan untuk berobat di RS Linggarjati Cilimus adalah enam orang. Adapun  rincian adalah Maman Aciman warga Desa Sukasari Kecamatan Mandirancan, Meli Arjani Desa Sukadana Kecamatan Kadugede.

Lalu,  Rani Nurjanah Desa Cipasung Kecamatan Darma, Serli Desa Silebu Kecamatan Mandirancan, Eki Kelurahan/Kecamatan Kuningan dan Yuni Kelurahaan Purwawinangun Kecamatan Kuningan. Sedangan sang supir Yayat Bule selamat. Sementara sang kernet mengelami luka dalam.

Dari sekian yang dibawa ke RSUD Linggarjati ada dua orang yang memutuskan dirawat yakni Meli dan Maman. Meli yang merupakan mahasiswa STF Cirebon mengalami sakit bagian bahu dan diduga ada pergeseran. Meli juga mengalami pendarahan di sekitar tangan.

Sedangkan Maman mengalami luka patah bagian tangan kanan dan langsung digip. Bukan hanya itu bagian dahi mengalami luka robek sehingga darah terus mengucur sebelum dirawat oleh medis.

Bagi Maman musibah ini semakin melengkapi deritanya. Pada saat kejadian dimana pada Senin pagi (30/10/2017) ia biasa melakukan rutinitas melakukan cuci darah. Sang istri memilih pulang lebih dulu karena ada keperluan.

Ia pun setelah beres melakukan langsung pulang. Pada saat di depan RSUD melihat elf Chu-X melintas, tanpa pinggir panjang naik dan rencananya di Cilimus turun dan naik angkot ke Sukasari Mandirancan.

Belum juga tiba di Pasar Cilimus elf keburu terbalik di dekat BRI Cilimus. Elf menghindar pengendara motor yang memaksa untuk menyebarang.

“Bapak patah tangan karena elf berguling-guling. Kemungkinan akan dioperasi di sini,” ucap sang istri yang terus menenangkan Maman yang terus menerus bergumam karena sakit.

Sementara, Aan orang tua Meli akan menunggu keputusan dari dokter. Apabila memang luka ringan akan dibawa pulang kalau sebaliknya lebih baik dirawat.

Eki sendiri memilih berobat di pengobatan tradisional karena patah tulang. Sedangkan sisanya luka ringan dan langsung pulang ke rumah masing-masing. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com