Bunda yang Disebut Bocah Korban Kekerasan Itu Ternyata Pemilik Yayasan

KUNINGAN (MASS) – Setelah ditelusuri dan juga diperoleh keterangan dari pihak keluarga Bagas (bocah korban penyiksaan yang videonya viral) ternyata bunda yang diduga menganiyaya Bagas adalah ibu angkatnya. Ibu angkatnya itu berinisial L dan pemilik yayasan tenaga kerja di Bogor.

Bagas berangkat ke Bogor langsung di Jemput oleh L ke Desa Cikubangsari. Dalam kasus ini tetangga Bagas yang berinisial M memiliki peran dalam menghubungan Bagas dengan L.

Ketika pertama kali Bagas diambil dari rumah Neni (kakak dari Ibu Bagas) pada tahun 2016, M yang mengambil dengan alasan perintah dari ibu Bagas yang bernama Saptinah.

“Ketika tahun 2016 sebenarnya Bagas bisa dinyatakan diculik karena tiba-tiba menghilang. Setelah diketahui ternyata Bagas dibawa oleh M naik ke mobil dan di dalam mobil sudah menunggu L. Kepada kami M berbicara Bagas dijemput oleh ibunya padahal bohong,” ucap Neni kakak Ibu  Bagas (Uwa Bagas) kepada kuninganmass.com Rabu (24/1/2018).

Setelah diambil tidak ada kontak sama sekali dengan pihak keluarga. Karena dianggap bersama ibunya maka pihak keluarga tenang-tenang saja.

Bagas sendiri pada saat itu tengah sekolah di MI Cikubangsari kelas I. Dari pihak sekolah sempat menanyakan keberadaan Bagas, pihak keluarga menerangkan yang sebenarnya bahwa Bagas dibawa ke Bogor.

“Kami baru mengetahui tentang Bagas setelah ramai di video menjadi korban penyiksaan. Bagas pun diantar oleh M ke salah salah satu rumah perangkat desa,” ujar Neni yang dibenarkan oleh anaknya yang bernama Hendi.

Ketika pertama kali bertemu pasca menjadi korban pihak kelurga geram terlebih melihat bekas luka diseluruh badan Bagas. Ibu Bagas sendiri tidak pernah datang dan menelpon mengenai Bagas.

Sebenarnya lanjut Neni, selama ini Bagas tinggal dengannya. Orang tuanya sendiri pergi ke Jakarta dan mengaku menjadi pembantu dan jarang pulang.

Adapun ayahnya sudah menikah lagi meski akhirnya bercerai kembali. Ayah Bagas sendiri bertaggungjawab dan selalu mengunjungi ketika Bagas ada di Cikubangsari.

“Bagi kami sekarang adalah Bagas sudah “selamat” dan berharap pelaku diproses secara hukum karena sudah menganiyaya anak kecil. Saat ini Bagas kembali masuk ke MI meski harus dari kelas I karena seharusnya sudah kelas II,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolres Kuningan AKBP Yuldi Yusman ketika dikonfirmasi mengaku, kasus ini tengah ditangani. Pihaknya pun tengah memburu perempuan berinisial M yang membawa Bagas ke Bogor.(agus).

 

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com