Bukan 50 Ha, Tapi Segini Luas Lahan Gunung Ciremai yang Ludes Terbakar

KUNINGAN (MASS)-  Pihak BPBD Kuningan akhirnya merilis luas lahan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai yang terbakar akibat kejadian kebakaran pada Selasa (18/9/2018). Awalanya pihak BPBD memprediksi luas lahan yang terbakar seluas 50 Ha, ternyata setelah perhitungan ulang dan juga pendataan luas lahan yang terbakar sebanyak 94,2 Ha.

Lokasi kebakaran terfokus pada tiga titik yakni Leuweung Kiara, Ciula, Lemah Neundeut yang berada di wilayah Desa Setianegara Kecamatan Cilimus. Pada pukul 17.00 WIB api sudah dinyatakan padam dan titik kepulan asap sudah tidak ada. Hal ini tidak terlepas dari kerja keras petugas dan juga turunnya hujan meski hanya sebentar.

Kepala BPBD Kuningan Agus Maulidin SE menerangkan upaya yang sudah diilakukan oleh pihaknya adalah melakukan rapat koordinasi dengan berbagai pihak di Vila Lambosir Desa Setianegara Kecamatan  Cilimus. Dari rakor itu diperoleh kesepakatan  yakni  penanganan pemadaman kebakaran hutan kawasan TNG Ciremai dalam satu komando dengan ICS Kepala Pelaksanan BPBD Kuningan.

Kemudian,   posko penanganan kebakaran hutan kawasan TNGC berada di vila Lambosir,  frekuensi untuk komunikasi Penanganan pemadaman kebakaran hutan kawasan TNGC difasilitasi dan menggunakan frekuensi ORARI Seklok Cirebon di Frekuensi 14.464 Mhz.

Mengenai  sumber daya yang terlibat Agus menyebutkan, sebanyak 121 orang yang berasal dari unsur BPBD Kuningan, BPBD Provinsi, TNGC, TNI, POLRI, AKAR, Kel Sapujagat, Kel Seda, MPA, Ranger Linggarjati dan Palutungan. Lalu,  Relawan Pecinta Alam dari Kuningan, Cirebon dan Indramayu .

Mereka dibagi sesuai dengan posisi  yakni  Posko Lambosir sebanyak 48 orang,  Jalur Pendakian Palutungan Blok Bapa Tere sebanyak 19 orang,. Sedangkan Jalur Blok Pamuludan, Nini Nala sebanyak 59 orang dan terkahir   Jalur Ciwaruling sebanyak 11 orang.

” Upaya penyisiran dan pemadaman titik kepulan asap dilakukan dari 3 arah yaitu dari arah utara melalui Blok Nini Nala, arah timur (bawah) melalui Blok Ciwaruling serta arah Selatan melalui Jalur Pendakian Linggarjati Blok Bapa Tere,” tandasnya Agus lagi.

Mengenai kondisi mutahir,  Agus menyebutkan,   cuaca gerimis  dan semua personil lapangan sudah turun kembali ke Posko Lambosir. Lalu, rencana tindak lanjut hari Kamis tanggal 20 September 2018 dilakukan pemantauan dan patroli lokasi oleh petugas TNGC dan MPA PUSDLOPSPB BPBD Kuningan. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com