Beredar Kabar Korban Pencabulan Tujuh Orang, Pelaku Sebut Segini

KUNINGAN (MASS)- Ketika Jumat siang kuninganmass.com berkunjung ke lokasi Ponpes MI  di Dusun Karangmulya Desa Segong Kecamatan Karangkancana, terlihat suasana ponpes sepi. Para santri sudah dipulangkan oleh pengurus pesantren pada Kamis, dan mereka dijemut oleh para orang tuanya.

Ternyata warga sekitar sangat geram dengan ulah yang dilakukan oleh pengasuh ponpes yang sering dipanggil Aa itu, Terlebih sudah ada laporan dari korban ke pihak kepolisian. Maka dengan kondisi seperti itu santri diliburkan hingga waktu yang tidak bisa ditentukan.

Sementara  aparat selalu menjaga di lokasi. Bahkan, pada hari Kamis pada saat korban mau pulang haji ada informasi bangunan ponpes akan dibakar. Sebagian warga sendiri sudah menanti kedatangan pelaku di terimanal Tipe A Kertawangunan. Untungnya polisi sigap mengamankan pelaku.

Dari informasi yang kuninganmass.com himpun dari warga sekitar bahwa dugaan ada tujuh santri yang menjadi  korban pencabulan. Bahkan ada satu orang yang dikabarkan hamil dan akan dinikahkan oleh pelaku. Dengan kejadian itu membuat warga semakin geram dan meminta agar ponpes tidak beroperasi lagi.

“Yang beredar adalah tujuh orang dan satu hamil. Saya punya fotonya yang korban hamil, tapi hapenya dibawa anak saya,” ujar salah seorang warga setempat kepada kuninganmass.com, Jumat (14/9/2018).

Meski ada yang mau bercerita, tapi tidak sedikit yang memilih bungkam dengan alasan tidak mau jadi saksi. Pelaku sendiri bukan warga setempat, melainkan warga Desa Kertayasa Kecamatan Sindangagung dan mulai membangun ponpes tahun 2006.

Sementara itu, kabar yang beredar di masyarakat tidak sama dengan pengakuan pelaku yang menyebutkan hanya tiga korban. Meski hingga saat ini yang lapor baru satu orang.

Pelaku pun mengaku, melakukan ‘pengobatan’ kepada korban yang kerasukan di tempat terbuka dan tidak di kamar.

Pelaku sendiri diketahui memang ‘pintar’ melakukan rukiyah, sehingga ketika ada santri yang kerasukan selalu berhasil disembuhkan.  dan selama ini memang kebanyakan santri perempuan yang mengalami hal itu.(agus)

 

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com