Almarhum Selalu Diperlakukan Istimewa di SMPN 2

KUNINGAN (MASS)-  Meninggalnya Fira Fitriana siswi SMPN 2 Kuningan menjadi pukulan telak bagi keluarganya. Pasalnya, pada saat Sabtu (27/1/2018) pagi almarhum berangkat ke sekolah dalam keadaan sehat.

Begitu juga bagi rekan-rekannya di kelas 9, meninggalnya Fira sangat mengagetkan. Selama ini mereka mengenal Fira sebagai sosok yang penuh semangat dan periang.

Pada hari Sabtu pun rekannya tidak curiga dengan kondisi dara kelahiran Winduhaji itu. Pada saat itu sekitar jam 09.45 kegiatan KBM selesai.

Fira bersama dengan rekannya menuju ke kantin sekolah untuk jajan. Belum juga akan mengambil jajanan ia mengkau pening dan kepada temannya yang bersamanya meminta untuk duduk terlebih dahulu.

Pada saat itulah tiba-tiba ia kejang-kejang dan pingsan. Oleh temannya dibawa ke ke ruang UKS. Agar mendapatkan penanganan lebih baik pihak sekolah langsung membawa ke RSUD 45 Kuningan.

Sesampai di rumah sakit ternyata dokter menyatakan Fira sudah meninggal. Kemungkinan besar Fira meninggal ketika menuju rumah sakit.

“Kami sudah mengetahui kondisi Fira sejak pertama kali masuk ke SMP. Orang tuanya datang dan mengatakan bahwa anaknya memiliki riwayat penyakit jantung,” ujar Kepala SMPN 2 Kuningan Drs Sade Tahya MPd kepada kuninganmass.com Sabtu sore.

Sejak itu Fira menjadi murid “istimewa” di SMPN 2 Kuningan. Kepala sekolah langsung mengumpulkan guru dan juga wali kelas agar siswa yang masuk kategori berkebutuhah khusus harus diistimewakan.

Ketika Fira tidak masuk sekolah karena harus berobat, pihak sekolah lanjut Sade memberikan keleluasan. Ia baru masuk sekolah selama enam hari ini karena pekan lalu selama enam hari dirawat.

“Yang membuat kami salut adalah semangat Fira ingin terus belajar. Ia selalu ingin datang belajar dan berkumpul dengan teman. Ini yang patut ditiru, sehingga kami merasa sangat kehilangan,” ujar Sade yang diamini oleh Pemibina OSIS Dadang Haryono.

Dengan semangat itu, selama hampir tiga tahun ini Fira bisa mengikuti kegiatan sekolah. Meski sebenarnya ia banyak menghabsikan waktu dengan bolak-balik ke rumah sakit.

“Selain diistimewakan kami juga selalu membantu biaya perawatan Fira.  Pada saat meninggal pun kami menyisihkan rejeki. Kami merasa kehilangan tapi ini jalan yang terbaik bagi Fira,” tandasnya.

Sementara itu, proses pemakaman Fira beres dilakukan jam 13.30 WIB. Isyak tangis mengiringin gadis kecil dikenal dengan periang itu

Bukan hanya keluarga, kerabat dan tetangga. Tapi guru dan siswa SMPN 2 Kuningan juga ikut mengantarkan ke tempat peristirahatan terakhir. Hanya doa yang mereka panjatan.  Selamat Jalan Fira!(agus).

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com