Diduga Gara-gara KB, Warga Cilimus Harus Dioperasi

CILIMUS (Mass) – Evaluasi terhadap pemberian layanan kesehatan kepada masyarakat perlu terus dilakukan. Ini untuk menghindari munculnya dampak yang merugikan, seperti yang dialami Mamah (42), warga Blok Pasawahan Desa/Kecamatan Cilimus.

Selama 2 bulan Mamah menjalani perawatan di berbagai rumah sakit. Bahkan kini baru saja menjalani operasi bedah Laparaptomi di RS Gunung Djati Cirebon. “Tadi pagi baru siuman. 2 hari ia tak sadarkan diri setelah dioperasi,” kata Udi M, suami Mamah, Minggu (28/5/2017).

Diceritakan, mulanya Mamah mengeluhkan sakit pada bagian perut. Diduga akibat terjadi peradangan pada pinggul rahim. Selama 4 hari, ia dirawat di RS Wijaya Kusumah. Namun setelah pulang, sakitnya kambuh sehingga harus dibawa ke RS Pelabuhan Cirebon.

“Selama 4 hari juga dirawat di Pelabuhan. Di sana alat KB nya dibuka. Istri saya menggunakan KB spiral IUD. Setelah dibuka alat KBnya, terasa nyaman. Hasil diagnosanya ada radang panggul rahim,” tuturnya.

Sepulang dari RS Pelabuhan, Udi mencoba membawa istrinya berobat jalan ke RS Jakarta. Hingga akhirnya dibawa ke RS Gunung Djati Cirebon. Belasan hari Mamah menjalani perawatan di RS tersebut hingga diputuskan untuk dioperasi.

Sembari menjalani ikhtiar pengobatan, Udi mendatangi bidan pemasang KB istrinya. Didatangi pula lembaga kesehatan tingkat kecamatan sampai tingkat kabupaten.

“Bukan untuk menggugat, saya hanya ingin agar pelayanan kesehatannya ditingkatkan. Harus benar-benar berkualitas karena kami juga bayar,” kata Udi.

Sebagai warga yang sama-sama membayar pajak, dirinya meminta agar asas keadilan ditegakkan. Ketika ada warga yang menderita akibat pelayanan kesehatan maka secara prosedural aparat pemerintah diyakini lebih paham.

“Terkadang saya bingung harus mengadu ke siapa. Jangankan mengobati istri saya, nengok pun enggak. Tolong lah tingkatkan kualitas kerja,” tandasnya dengan raut muka menahan emosi.

Ketika dikonfirmasikan, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kuningan, H Raji K Sarji MMKes mengaku belum menerima kabar terkait masalah tersebut. “Saya belum menerima kabar, coba ke UPTD BKPP Kecamatan Cilimus,” kata Raji. (deden)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com