Zul Kritisi Proses Mutasi Pemda Kuningan

KUNINGAN (Mass) – Ketua Fraksi Restorasi-PDI Perjuangan DPRD Kuningan Nuzul Rachdy SE mengkritisi soal proses mutasi yang dilakukan di lingkungan Pemkab Kuningan. Terlebih, dirinya menilai pelaksanaan mutasi beberapa hari lalu tidak dilakukan dengan baik.

“Saya melihat itu manajemen mutasi yang tidak baik, dimana sebelumnya mutasi bocor kemana mana sehingga timbul spekulasi yang macem-macem. Pasca mutasi ada beberapa keputusan yang kontroversial, misalnya ada guru yang diangkat jadi struktural, di satu sisi kita kekurangan guru tetapi disisi lain malah dipaksakan ada guru yang masuk di struktural, ada apa ini apakah faktor kedekatan atau apa, ini kan kontraproduktif karena di satu sisi kita kekurangan guru malah di sisi lain guru diangkat menjadi struktural,” ungkap Zul sapaan akrab Nuzul Rachdy SE kepada awak media di Gedung DPRD Kuningan kemarin, Rabu (4/1).

Kemudian lanjut Zul, dirinya mempertanyakan soal konsistensi Bupati Kuningan. Terkait pejabat yang telah menjabat selama empat tahun berturut-turut di tempat yang sama, harus dilakukan penyegaran.

“Memang, yang namanya mutasi itu kan hak prerogatif bupati, tapi harus on the track. Jadi, jangan menempatkan orang diluar keahliannya, kemudian di Pemda ini ada gak yang namanya Baperjakat, cuma saya tidak tahu Baperjakat dilibatkan atau tidak,” ungkapnya.

Sekali lagi, Zul menegaskan bahwa, staitmen yang dilontarkan itu hanya sebatas mengingatkan kepada Bupati Kuningan yang tak lain sama-sama sebagai kader PDI Perjuangan.

Di waktu yang sama, salah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang belakangan heboh di media sosial, yakni Manap Suharnap SPd juga mendatangi DPRD, untuk mengadukan proses mutasi dirinya yang tidak sesuai harapan dan dianggap sangat kental dengan kepentingan penguasa.

“Mutasi ini, menurut saya kental dengan kepentingan penguasa. Kenapa yang lain bisa balik lagi ke posisi kesana, tapi kenapa saya tidak bisa. Jadi saya datang ke dewan mengadu soal ini sebagai masyarakat,” katanya.

Sebelum mengadukan keluhannya ke dewan, Manap pun terlebih dulu menyerahkan surat pengunduran diri dari jabatannya kepada Bupati H Acep Purnama SH MH di Pendopo pada Senin malam.

“Saya sudah mengajukan pengunduran dari jabatan ke Bupati Senin malam di pendopo, dan diterima langsung oleh Pak Acep. Alasan saya karena bukan basic di jabatan yang di Dishub, saya sudah kembali menjadi staff dinas pendidikan saja, nanti ya tergantung pimpinan di dinas saja. Karena kan basic saya adalah sarjana pendidikan,” pungkasnya. (andri)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com