Yang Lain Dapat THR, Ini Malah Gigit Jari

KUNINGAN (MASS) – Disaat yang lain berbahagia dengan THR yang diperoleh. Justru para pendamping Program Keluarga Harapan hanya bisa gigit jari. Pasalnya, tidak ada THR bagi pendamping.

Harapan terakhir mereka adalah dari Pemkab Kuningan. Ternyata harapan itu sirna setelah mendengar pernyataan Kepala BPKAD Kuningan  Drs Apang Suparman MSi bahwa selain PNS tidak ada pemberian THR.

“Sedih tentu karena kita kan berkerja membantu Pemkab Kuningan, terlebih kerjanya jelas. Saya dengar Hansip dan pasukan kuning dapat, kenapa kita tidak,” tanya       Kordinator PKH Kuningan Endi Suhendi kepada kuninganmass.com, Kamis (7/6/2018).

Tadinya para pendamping ada harapan dari uang operasional yang cair per tiga bulan sekali. Tapi, ternyata tunjangn yang besarnya Rp175 ribu/bulan itu tidak cair.

Padahal kalau tunjangan cair, maka meski tidak ada uanga THR minimal bisa menjadi pelipur lara. Situasi anggaran yang banyak dipangkas sangat berpengaruh.

“Akibat ada pemotongan anggaran untuk membayaran BPJS dana pendamping untuk PKH pun dipangkas. Semula RP726 juta hanya dianggarkan Rp50 juta,” tandasnya.

Diterangkan, total pendamping yang terlibat dalam progam PKH adalah 161 orang. Mereka bekerja sangat keras bahan untuk omerator sampai malam hari.

“Kerja teman-teman itu luar biasa, sehingga sudah sepantasnya mendapatkan apresiasi,” pungkasnya. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com