Anggaran Tidak Berpihak Kepada Warga, Wakil Ketua BPD Pilih Mundur

KUNINGAN (MASS)-  Dalam Permendes No. 19 tahun 2017 disebutkan bahwa APBDes ialah rencana keuangan tahunan desa. Dalam peraturan itu juga dituliskan bahwa prioritas utama pembangunan pasal 5 yaitu usaha ekonomi pertanian berskala produktif meliputi aspek produksi, distribusi dan pemasaran yang difokuskan kepada pembentukan dan pengembangan produk unggulan desa dan/atau produk unggulan kawasan perdesaan.

Berdasarkan hal tersebut sudah selayaknya BPD dan Pemdes Desa Kertayasa Kecamatan Sidangagung memahami apa saja yang akan dituangkan dalam APBDes. Hal yang berbeda dalam penyampaian aspirasi merupakan masalah biasa dalam berdemokrasi.

Namun, tidak ada salahnya juga ketika putusan akan ditetapkan semua pihak tunduk pada peraturan dan kepentingan rakyat. Bila tidak, kemanakah uang dana desa yang mengalir tiap tahunnya?

Rasanya ironi sekali bila bangunan pemerintahan megah-megah dibaliknya masih ada masyarakat yang belum berdaya. Penataan lingkungan masih belum tertata.

Mungkin hal inilah yang menjadi dasar pengajuan pengunduran diri Wakil Ketua BPD Kertayasa Dadan Satyavadin setelah rapat RAPBDes usai digelar Selasa, 10 April 2018. Pengajuan pengunduran diri ini sebagai permohonan maaf dan tanggung jawab moral pada masyarakat Desa Kertayasa.

Menurut beliau kekecewaan terdalam ialah ketika APBDes yang dibuat tidak berpihak pada rakyat. Artinya setelah dilihat dari aspek penerima manfaat APBDes tersebut tidak ada yang berpihak pada rakyat.

Padahal dalam rapat internal BPD sebelumnya sudah disampaikan prioritas dan arah kebijakan pembangunan desa. Bagian dari pemberdayaan yang seharusnya mencantumkan kandang ternak tidak dimasukkan dalam APBDes Kertayasa tahun anggaran 2018.

Dari kandang ternak tersebut dapat mengentaskan keluarga miskin sebanyak 36 orang keluarga miskin, mendapatkan Rp142 juta Pades dalam setahun serta menambah lapangan pekerjaan bagi pengangguran.

Sedih dan menyakitkan kata beliau. Sebab rencana itu sudah disusun bersama masyarakat jauh hari sebelumnya. Baginya impian desa mempunyai pendapatan asli desa sangat besar. Dari Pades itu beliau ingin masyarakat Desa Kertayasa lebih sejahtera.

Secara terpisah, Sekretaris Desa Kertayasa Adeng Sucipto membenarkan rapat tersebut. Dan APBDes tersebut sudah diserahkan ke pihak Kecamatan Sindangagung.

Sejatinya, APBDes dapat direncanakan sesuai dengan keadaan tipologi dan ekologi desa. Bukan kehendak membangun infrastruktur yang dibuat atas dasar keinginan pemangku desa.**

**Sri Neneng

Penulis adalah warga Desa Kertayasa Kecamatan  Sidangagung

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com