Soal Pasien Jamkesmas Ditolak, Rana-Acep Beda Pendapat

KUNINGAN (MASS) – Adanya pasien Jamkesmas, Eri Kuseri, warga Desa Ciherang Kecamatan Kadugede yang diduga ditolak RSUD 45, membuat marah besar Ketua DPRD Rana Suparman SSos. Justru di tempat lain Bupati H Acep Purnama MH meminta tidak usah marah.

Peristiwa ini terjadi pada Rabu (12/9/2018) malam. Eri yang menderita patah tulang rusuk diduga diabaikan oleh petugas medis IGD dan beralasan ruangan penuh.

“Alasannya ruangan penuh dan tidak ada fasilitas penunjang,” kata Susanto, saudara pasien kepada kuninganmass.com.

Menurutnya yang kala itu ikut mengantar pasien, begitu datang pasien tidak langsung ditangani. Padahal, pasien yang mengalami patah tulang rusuk itu membutuhkan penanganan sesegera mungkin.

“Kalau masuk pasien umum (bukan Jamkesmas), kita akan bayar. Tapi tangani dulu dong sesuai prosedur. Kalau Tak bisa ditangani ya segera dirujuk, jangan dibiarkan begitu saja,” ketus Susanto yang juga ketua Garda Bangsa Kuningan itu.

Ketua DPRD, Rana Suparman yang mendapat kabar itu langsung mendatangi RSUD 45. Dari raut muka dan nada bicaranya ia marah besar.

Kepada petugas dirinya meminta agar bersikap santun kepada pasien dan keluarganya. Penanganan pasien mesti diutamakan, jangan lantas menanyakan masalah administrasi terlebih dulu.

“Sekarang ikuti prosedurnya dulu, nanti kita tindaklanjuti dengan memanggil direkturnya guna menanyakan SOP untuk pasien Jamkesmas,” tegas Rana.

Terpisah, Bupati Acep meluruskan peristiwa di RSUD 45. “Itu saya kira bukan masalah menolak Jamkesmas atau BPJS. Ke saya juga ada laporan soal semalam,” tuturnya.

Soal pelayanan RSUD 45, Acep meyakinkan di rumah sakit tersebut pelayanannya sudah cukup baik. Pihaknya mengaku sering melakukan pengecekan terhadap kinerja RSUD dan menemukan pelayanan yang lebih baik.

Terkait insiden Rabu malam dia mengaku mendapat laporan dari RSUD bahwa kondisinya saat itu pihak RS tidak mungkin mengijinkan pasien dibawa ke RS di luar kota dengan kondisi lemah.

“Walaupun ada istilah pulang paksa, si keluarga menandatangani, tapi kan kode etik dokter juga perlu dipegang seperti itu,” tandas Acep.

Masalah Rana marah, dirinya meminta agar tidak bersikap seperti itu. “Enggak usah ada yang marah lah. Kita ini sedang melakukan pelayanan,” pungkas politisi yang sama-sama PDIP itu.

Dari keterangan yang diperoleh kuninganmass.com, Jumat (14/9/2018) ini pasien masih menjalani penanganan di RS Hasan Sadikin Bandung. Pukul 10 pagi tadi, Eri dioperasi dan kini sedang tahap pemulihan. (deden)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com