Setelah Jokowi, Giliran Pj Gubernur Jabar ke Waduk

KUNINGAN (MASS)- Perkembangan pembangunan Waduk Cileuweung atau waduk Kuningan terus dipantau. Setelah sebelumnya dikunjungi Presiden RI Jokowi , giliran Pj Gubernur Jabar  M Iriawan yang datang ke waduk  yang terletak di Desa Randusari Kecamatan Cibeureum Kabupaten Kuningan, Rabu (11/7/2018.

Ia mengatakan, banyak manfaat adanya pembangunan bendungan ini karena dua provinsi yakni  Jabar dan Jateng bisa menikmati.  Disamping itu juga bisa digunakan untuk tenaga listrik yang mencapai 500 kw yang menerangi listrik di beberapa wilayah .

Pj Gubernur Jabar mengatakan, pembangunan Bendungan Kuningan  bisa terealisasi akhir tahun 2018. Untuk target Bulan Mei  2019 namun dari pemaparan bisa diselesaikan lebih awal. Adapun manfaat air dari sini  besar sekali, kendati ada  beberapa desa yang kena dampak.

“Kami yakin masyarakat disini bisa menyadarinya. Pembangunannya saat ini  sudah mencapai 84 persen. Mudah mudahan akhir tahun bisa selesai,” tandasnya.

Sekedar mengingatakan waduk ini akan berguna bagi ratusan ribu KK yang berada di Kuningan dan Brebes. Sebab, bisa menghasilkan sumber air irigasi 3.000 Ha.

Waduk Kuningan memiliki luas mencapai 284,45 ha itu. Dari informasi yang kuninganmass.com peroleh,  Biaya yang dibutuhkan untuk membangun waduk ini adalah Rp491,42 miliar. Waduk yang menenggelamkan lima desa di dua kecamatan itu dibangun pada tahun 2013 dan ditargetkan paling telat tahun 2019.

Waduk memiliki volume tampungan air sebanyak 25,96 juta M kubik.  Adapun  luas genangan adalah 221,59 ha. Apabila bendungan ini beres maka akan menghasilkan sumber air  bagi irigasi  total 3.000 Ha.

Dengan rincian irigasi  Cileuweung 1.000 Ha dan  Cijangkelok 2.000 Ha. Sementara air baku yang dihasilkan 300 liter/detik. Sedangkan potensi pembangkit listrik tenaga air menghasilkan 0,5 MW. Dan bendungan ini berada di Desa Randusari Kecamatan Cibeureum.

Adapun lima desa di dua kecamatan  yang terdampak bendungan itu  meliputi Kecamatan Cibeureum (Desa Randusari, Desa Kawungsari, Desa Sukarapih) dan Kecamatan Karangkencana (Desa Tanjungkerta dan Simpayjaya) Kabupaten Kuningan.

Pemerintah juga menyediakan rumah relokasi untuk terdampak bendungan. Total ada 60 unit dengan 36 (sistem Risha) yang tersebar di Desa Tanjungkerta  Kecamatan Karangkancana dan Desa Cilayung Kecamatan Ciwaru. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com