Retribusi Pelayanan Kesehatan Dicabut

KUNINGAN (MASS)- Plt Bupati Kuningan Dede Sembada melakukan terobosan dalam meningkatkan derajat kesehatan warga. Caranya adalah dengan melakukan Pencabutan Retribusi Pelayanan Kesehatan.

Meski selama ini memberikan pemasukan terhadap Pendapatan Asli Daerah. Namun, bagi Pemkab Kuninga tidak menjadi masalah karena bisa ditutupi dari sektor lain.

“Retribusi kesehatan selama ini hanya Rp5.000. Namun, meski kecil bagi warga miskin tetap saja memberatkan. Untuk itu kami putuskan dicabut,” ujar Desem yang merupakan panggilan Dede  Sembada kepada kuninganmass.com, Senin (9/4/2018).

Ia berharap langkah ini bisa meningkatkan derajat kesehatan warga Kuningan. Sebab, meningkatnya derajat kesehatan merupakan salah satu bukti bahwa pemerintah berhasil.

Diakuinya selama ini PAD yang disumbangkan dari retribusi dalam setahun adalah Rp3,5 miliar. Meski cukup besar tapi tidak masalah karena bisa menggali potensi yang lain.

“Kami tidak ingin mendengar ada istilah orang sakit membiayi orang sehat. Maka, dengan berbagi pertimbangan akhirny dicabut,” ujar Desem yang mengaku tadi pagi melakukan rapat dengan pihat terkiat.

Mengenai pengganti PAD, ia akan menggejot sektor pajak khusus dari galian. Selain itu juga dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) pun akan digenjot.

Bukan hanya masalah pencabutan retribusi, tapi pelayanan di puskesmas pun akan ditingkat. Pada tahun 2019 ditargetkan semua sudah akreditasi.

“Nanti ada maklumat pelayanan sehingga tidak ada istilah pegawai yang baeud ketika ada pasien berobat. Harus dirubah pola pikir dimana PNS itu melayani warga,” pungkasnya. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com