Presiden Jokowi Beri Penghargaan Bupati Acep

KUNINGAN (Mass) – Presiden RI Ir H Joko Widodo (Jokowi) memberi penghargaan kepada Bupati Kuningan H Acep Purnama SH MH atas keberhasilan dalam memelihara kelestarian lingkungan baru-baru ini. Penghargaan kategori kinerja bupati ini meraih juara ke II lomba penanaman dan pemeliharaan pohon.

Penghargaan diserahkan langsung Presiden Jokowi saat peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) di Desa Tasik Harjo Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban Jawa Timur, sekaligus pemecahan rekor dunia penanaman pohon serentak. Acara diawali dengan penanaman pohon sebanyak 238.000 pohon di lahan seluas 23 hektar, dalam kurun waktu satu jam oleh 5.000 orang yang terdiri dari petani, mahasiswa, pelajar, dan anggota Koperasi Produsen Anugerah Bumi Hijau (Koprabuh).

Bahkan, rekor itu mengalahkan rekor serupa yang sebelumnya dipegang Negara Filipina dengan penanaman pohon sebanyak 223.000. Bupati Acep bersyukur dan mengucapkan terimakasihnya kepada warga Kuningan yang telah mendukung kebijakan-kebijakan Pemda.

“Sebaik apapun kebijakan yang digulirkan Pemda, tidak akan berjalan dengan baik dan menghasilkan manfaat apabila tidak didukung warga masyarakatnya,” ujarnya.

Bupati Acep berharap, diraihnya penghargaan ini semoga mampu menjadi pelecut bagi Pemda untuk terus berkarya, membangun dan mewujudkan kuningan sebagai Kabupaten Konservasi.

Presiden Jokowi sendiri berpesan, agar lahan dan hutan tidak diserahkan kepada pihak korporasi. Akan tetapi, harus mengkorporasikan petani sehingga manfaat lahan dan hutan dapat dinikmati oleh petani itu sendiri.

“Kegiatan ini langkah strategis menjaga Indonesia tetap hijau dan bagian dari paru-paru dunia. Kedepan, kita tidak boleh kehilangan generasi yang tidak tahu hutan dan fungsinya, rehabilitasi lahan dan hutan menjadi bagian penting menyelamatkan keberadaan hutan,” tegasnya.

Sementara Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar menambahkan, kegiatan ini diarahkan untuk menyeimbangkan pengalihan fungsi hutan atau deforestasi dan degradasi, agar dapat mempertahankan hutan sebagai bagian penting dari bumi.

“Saat ini, kita menanam untuk 25 tahun kedepan agar bisa dinikmati generasi yang akan datang. Penanaman dan pemecahan rekor memberikan refleksi terhadap dunia,” pungkasnya.(andri)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com