PMII Minta Legislator Gak Sibuk Ngurusi Pilkada

KUNINGAN (Mass) – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kuningan mengkritisi anggota DPRD Kuningan, yang dinilai sibuk mengurusi soal Pilkada. Sebab even politik lima tahunan itu dinilai masih terlalu jauh untuk dibicarakan saat ini, dimana kepemimpinan kepala daerah masih berlangsung hingga dua tahun kedepan.

“Kami hanya mengingatkan agar para wakil rakyat jangan dulu terus-terusan mengurusi soal Pilkada 2018, lebih baik fokus perhatikan rakyat Kuningan. Karena, legislatif sebagai wakil rakyat dituntut untuk bekerja menyuarakan suara rakyat,” ucap Ketua Umum PC PMII Kuningan, Rasdi kepada awak media saat ditemui di sekretariatnya, Selasa (15/3).

Pihaknya mengaku, hasil kajian yang dilakukan organisasi PMII berdasarkan pantauan baik dari media cetak maupun elektronik, para legoslator itu kerap membicarakan soal Pilkada 2018. Padahal, peran legislatif seharusnya fokus bekerja sesuai tupoksinya.

Kan masih banyak pekerjaan-pekerjaan yang perlu diselesaikan, seperti Raperda yang belum tuntas, kerja komisi dan lainnya,” sebutnya.

Pihaknya sangat menyayangkan, peran legislatif yang terus-terusan bicara soal pilkada. Legislatif seharusnya lebih serius mengawal roda pemerintahan sesuai visinya, apakah sudah terasa oleh masyarakat langsung atau sebaliknya.

“Bisa kan para wakil rakyat itu langsung terjun kepada masyarakat yang paling bawah. Apakah pemerintahan Kuningan saat ini sudah bekerja maksimal untuk kepentingan rakyat, yang tak lain menjalankan roda pemerintahannya untuk mewujudkan masyarakat mandiri, agamis dan sejahtera,” pintanya.

Apabila diperlukan kata Aras sapaan akrabnya, legislatif mungkin bisa membuat mekanisme sebuah sistem, yang didalamnya bertanya langsung kepada masyarakat untuk menilai pemerintahan saat ini, misalnya seperti membuat quesioner atau lainnya.

“Karena menurut pandangan kami, pemerintah dengan visinya secara kategori dilihat dari sisi kesejahteraan, kemandirian dan agamis, hingga kini belum nampak terlihat perubahan yang sangat signifikan. Misal saja soal angka pengangguran, apalagi bicara soal bagaimana meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujarnya.

Oleh sebab itu, pihaknya mempertanyakan sejauh mana peran legislatif itu mengawal serius tentang persoalan rakyat tersebut.

“Kami minta kepada legislatif, bapak dan ibu wakil rakyat semua yang duduk di kursi dewan; ada amanah besar yang sedang diemban dari seluruh rakyat, yang mana harus dipertanggung jawabkan dunia akhirat,” pungkasnya.(andri)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com