Penataan Alun-alun Cilimus, Pemborong Diminta Transparan

ANCARAN (Mass) – Wakil Ketua DPRD Kuningan, Drs Toto Suharto SFarm Apt meminta, agar pemborong yang mengerjakan proyek penataan alun-alun Desa Cilimus Kuningan bisa transparan. Pasalnya, di kawasan penebangan Pohon Karet yang sempat mengundang kecaman dari warga setempat itu tidak terpasang papan proyek.

Bahkan, politisi PAN (Partai Amanat Nasional) itu menilai, penebangan yang dilakukan itu tidak mungkin tanpa sepengetahuan pemerintahan desa setempat, dalam hal ini para perangkat Desa Cilimus.

“Ya itu kan sudah ditebang ya, mungkin itu dalam rangka penataan supaya lebih indah. Ya saya rasa, yang penting semuanya terbaik bagi masyarakat Cilimus gitu aja. Sebab, yang terpenting memang bagaimana yang terbaik untuk warga Cilimus,” ucap Wakil Ketua DPRD Kuningan dari Fraksi PAN, Drs Toto Suharto SFarm APt kepada kuninganmass.com usai ditemui di gedung parlemen ‘Ancaran’ kemarin, Minggu (12/6).

Ketika ditanya tidak adanya papan proyek dalam rangka penataan kawasan tersebut, Toto justru meminta agar pengembang atau pemborong segera membuat papan proyek pengerjaan penataan kawasan tersebut.

“Ya tinggal pemborongnya saja, siapa yang mengerjakan lalu disuruh bikin plang disitu (papan proyek, red) supaya masyarakat tahu anggaran berapa gitu kan. Lalu, dari anggaran mana, APBD I atau APBD II atau dari APBN gitu, supaya jelas dan masyarakat tahu,” ungkapnya.

Toto berpendapat, bahwa kegiatan penataan tersebut dipastikan sudah ada komunikasi dan koordinasi antara pemerintahan desa dengan pihak terkait lainnya.

“Ya tidak mungkin pohon karet ditebang gitu aja tanpa ijin dari kepala desa, sangat mustahil. Jadi, tidak mungkin jika ada kegiatan di suatu desa itu tanpa sepengetahuan kepalanya, dalam hal ini kepala desa,” tandasnya.

Namun sekali lagi, baginya yang terpenting adalah bagaimana kegiatan penataan tersebut bisa menjadi yang terbaik bagi masyarakat Desa Cilimus.

“Kalau toh nanti penataannya itu lebih bagus, terlihat lebih indah, ya tinggal menilai dari sudut keindahannya saja ya. Sebab, pohon juga kan ada waktunya yah, manusia juga ada waktunya kapan mati, dan mungkin itu dalam rangka penataan untuk agar lebih indah lagi dan tertata lebih rapih lagi,” pungkasnya. (andri)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com