Pembinaan Balatkom dan Faham Radikal

KUNINGAN (MASS) – Pada Senin selama satu jam  Kodim Kuningan menggelar kegiatan  pembinaan Balatkom dan Faham Radikal. Acara ini digelar  Aula Mas’ud wisnu Saputra kodim 0615.

Tema kegiatan yang diambil adalah  melalui Bin Antisipasi Bahaya Laten Komunis dan Paham Radikal Prajurit TNI AD Senantiasa proaktif melaksanakan cegah dini dan deteksi dini terhadap bahaya laten komunis dan paham radikal. Adapun peserta yang hadir  adalah anggota Kodim berjumlah 100 orang.  Kemudian,  yang hadri Waka Keluarga Besar FKKPI (Nana ), GM FKPPI ( Edi Mulyana ) dan  PPM (Drs Agus Salahudin).

Sementara selain Dandim 0615 Kuningan Letkol inf Daru Cahyadi suprapto SSos MM, Pasiter Dim 0615  Kapten Czi Yusuf dan  para Danramil kodim 0615. Menurut Dandim,  program bahaya laten komunis dan paham radikal di wilayah Kuningan secara ceremonial untuk membantu mengingatkan secara teori.   Tetapi,  setiap hari sering mengingatkan masyarakat terhadap paham radikal tersebut di lapangan.

“Kita melihat suasana saat ini dalam berkehidupan kebangsaan dunia dalam matra satunya yaitu tentang minyak. Kemudian, pada tanggal 4 kemarin kita mengetahui tentang embargo minyak kepada negara Irak pembelian minyak dunia, minyak merupakan sumber daya alam dan sangat berpengaruh dan tergantung dalam kehidupan dunia ini,” jelasnya.

Diterangkan, pada tahun 2010 terjadi perang Demokrasi di timur tengah dan menumbangkan beberapa kepala negara seperti Khusni Mubarak, yang bertujuan untuk memutuskan perekonomian dan menguasai sumber daya minyak dunia pada tahun 2014.

“Kita mendengar konflik laut cina selatan yang diawali dengan posisi angkatan perang USA yang akan menguasai wilayah di Asia Tenggara dan perusahan-perusahan USA telah masuk di negara-negara Asia.  Apabila terjadi konflik maka USA telah menguasai negara negara tersebut termasuk Indonesia dari Sabang sampai Merauke, Indonesia merupakan negara kaya oleh karena itu USA ingin menguasainya juga,” tandasnya.

Oleh karena itu lanjutnya,  sebagai warga negara Indonesia dan sebagai Prajurit TNI  mempunya kewajiban untuk mempertahankan negara yang dicintai ini. Jangan sampai negara lain menguasai negara  Indonesia.

Bahkan  telah diserang dengan adanya upaya upaya untuk membubarkan Komando Teritorial.  Ini merupakan suatu tujuan untuk melemahkan masyarakat dengan tidak adanya TNI di masyarakat yang dapat mempermudah untuk menyusupi kepada masyarakat

Lebih lanjut dikatkan,  negara Indonesia ini merdeka bukan hanya perjuangan TNI saja.  Tetapi ini semua hasil dari perjuangan masyarakat indonesia atas persatuan dan kesatuan bangsa dan negara indonesia ini.

“Bahkan ada orang orang yang telah masuk ke dalam pemerintahan dan berusaha untuk memecah belah persatuan dan kesatuan melalui regulasi dan peraturannya, oleh karena itu kita harus lebih siap dalam menghadapi situasi,” ujarnya. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com