Pembangunan BIJB, Peluang Bisnis Terbuka Lebar

KUNINGAN (Mass) – Ketua Badan Kerjasama Antar Daerah (BKAD) Kunci Bersama, H Aang Hamid Suganda menilai, dampak dari pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB)  Kertajati Kabupaten Majalengka bisa membuka peluang usaha bisnis bagi masyarakat sekitar. Sehingga, pembangunan yang diprediksi rampung pada tahun 2018 itu harus mampu dilihat dan dimanfaatkan langsung masyarakat Ciayumajakuning, karena akan berdampak dari segi peluang bisnis dan kesempatan kerja baru.

Sebagai Ketua BKAD Kunci Bersama sekaligus menjabat Komisaris BIJB, H Aang Hamid Suganda langsung menggagas, acara Motivation Day BIJB, magnet pertumbuhan ekonomi di Metropolitan Cirebon Raya yang direncanakan digelar pada Rabu (20/4) nanti di Ballroom RM Raja Sea Food Bandorasa. Nantinya, para pembicara yang hadir terdiri dari Direktur Utama BIJB, Bupati Majalengka.

“Lalu, ada juga pemilik De Ranch Floating Market Bandung, Perry Tristianto dan penulis buku Keajaiban Rejeki dan motivator nasional, Ippho Santosa serta lainnya. Para pembicara akan menyampaikan bagaimana menangkap peluang bisnis dan kesempatan kerja dari pembangunan BIJB dari berbagai sudut pandang, sesuai keahlian dan kapabilitasnya masing masing,” katanya.

Terlebih, pihaknya tak mematok harga dalam kegiatan yang terbuka untuk masyarakat umum, alias gratis tidak dipungut biaya. Bagi masyarakat yang berminat, dipersilakan untuk datang langsung ke tempat acara.

Ketua Panitia Pelaksana, DR H Dian Rachmat Yanuar MSi kepada awak media, Senin (18/4), mengaku, kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian Pemkab Kuningan untuk mempersiapkan masyarakat agar dapat menangkap peluang pasca pembangunan BIJB. Untuk itu, warga harus memanfaatkan kesempatan tersebut.

“Pasca Pembangunan BIJB, akses menuju Kuningan semakin terbuka lebar. Tidak hanya kunjungan wisata ke Kuningan saja yang akan meningkat, tapi juga peluang kerja dan usaha baru. Sebab, kedepan akan tersedia ribuan kesempatan kerja bagi angkatan kerja dari Kabupaten Kuningan, yang terkait pengembangan aerocity,” jelasnya.

Pemkab Majalengka sendiri lanjut Dian, dinilai tidak akan mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja itu semua. Oleh karenanya, melalui BKAD Kunci Bersama diupayakan kesempatan itu dapat dipenuhi dari kabupaten/kota di wilayah Kunci Bersama.

“Peluang usaha baru juga terbuka lebar misalnya, dalam hal penyediaan akomodasi, hospitality,  industri makanan, ekonomi kreatif, biro travel, transportasi, dan banyak lagi. Jika Pemkab Kuningan tidak segera memberikan pencerahan dan informasi kepada masyarakat, kita hanya akan menjadi penonton saja di daerah kita sendiri,” terangnya.

Didasari semangat kebersamaan dari Kerjasama antar daerah Kunci Bersama kata Dian, sasaran peserta diharapkan hadir dari masyarakat wilayah Ciayumakuning.  Narasumber yang dihadirkan pun adalah orang-orang yang kredibel dan mumpuni di bidangnya masing-masing. (andri)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com