Meski Paling Senior, Ridwan Belum Tentu Jadi Sekda

KUNINGAN (MASS) – Sedikitnya 13 pejabat eselon 2B di lingkup Pemkab Kuningan punya kesempatan yang sama untuk menjadi sekda. Pasalnya, Plt Bupati Dede Sembada akan segera melakukan Open Bidding (lelang jabatan) secara fair.

Politisi berjuluk Bupati Pray ini mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan Pansel (Panitia Seleksi) dalam open bidding nanti. Pansel tersebut berpersonilkan 5 orang. Tiga orang dari akademisi luar Kuningan, dua orang lagi dari pejabat Pemprov Jabar.

“Tidak ada yang dari kita (Kuningan), karena saya ingin melaksanakan open bidding yang didalamnya fit and propertest nanti secara fair. Silakan bagi para pejabat eselon 2B yang memenuhi persyaratan untuk mengikutinya. Kita buka kesempatan yang dilandasi regulasi,” kata Desem, Jumat (9/3/2018).

Ia menegaskan, apa yang hendak dilakukannya itu merupakan perintah Perpres 3/2018. Di situ disebutkan, 5 hari kerja setelah kekosongan jabatan maka harus segera dilakukan pengisian. Khusus untuk jabatan sekda mesti dilakukan open bidding.

“Kalau semuanya ikut, maka pansel akan menyeleksi siapa tiga besar yang memperoleh nilai paling tinggi. Setelah disaring jadi tiga orang, selanjutnya dipilih oleh bupati,” jelasnya.

Pemeroleh nilai tertinggi, menurut Desem, tidak secara otomatis dapat menjadi sekda. Sebab harus dilihat dari banyak faktor. Pemilik kewenangan untuk menunjuk satu diantara tiga, ada di tangan Desem selaku Plt Bupati.

“Kinerja akan jadi ukuran, kemudian senioritas,” sebut dia.

Namun ketika disinggung nama M Ridwan Setiawan (Kepala DPrPP) yang paling senior, menurut Desem tidak menjadi jaminan untuk jadi.

“Kan bukan cuma itu saja (senioritas). Di UU ASN yang namanya Merit Sistem itu dilihat dari sisi kualifikasi, kompetensi dan kinerja. Makanya dilakukan fit and propertest,” pungkasnya. (deden)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com