Kodim Bahas Bahaya Laten Komunis Dan Paham Radikal

KUNINGAN (MASS)- Pada hari Rabu (20/12/2017) Kodim 0615 Kuningan menggelar kegiatan Pembinaan Antisipasi Bahaya Laten Komunis dan Paham Radikal. Kegiatan ini digelar  Gedung Serba Guna Mashud Wisnusaputra Kodim 0615/ Kuningan.

Selain diiikuti oleh jajaran Kodim Kuningan, acara ini juga melibatkan ormas yang ada di Kuningan. Acara digelar agar masyarakat paham mengenai bahanya komunis

Dandim 0615/ Kuningan  Letkol inf Daru Cahyadi Soeprapto SSos MM) meminta kepada rekan-rekan para Babinsa yang berada di lingkungan disekitar mereka untuk memberikan pemahaman apa bahaya komunis kepada masyarakat terutama generasi muda. Agar generasi muda tida terpengaruh bahayanya laten komunis.

“Saya menghimbau kepada para babinsa  apabila adanya berbagai aliran atau organisasi baru, atau bahkan orang baru atau kelompok baru di wilayah anda tolong laporkan kepada Danramil. nanti ada tim yang akan datang untuk menganalisa,” tandasnya.

Pada saait itu Kasdim 0615/ Mayor inf Riza Taupiq Hasan SIP memberikan materi  tentang Kegiatan Pembinaan Antisipasi Bahaya Laten Komunis dan Paham Radikal Kodim 0615/ Kng Tahun 2017. Ia menyebutkan, komunis adalah ajaran yg menghapus hak milik perorangan pribadi, serta tidak mengakui ada nya tuhan ( ATHEIS)

Lalu mengenai marxisme adalah ajaran komunisme yang di kembangkan oleh Karl Max yang membagi pok masyarakat dalam kelas yang berbeda yaitu kaum majikan/Kapitalitas dan kaum buruh/Proletar.

Sementara Leninisme adalah ajaran komunisme/marxisme yang di kembangkan oleh seorang tokoh komunis dari Rusia yang bernama lenin, bahwa paham komunisme dapat diciptakan tanpa menunggu timbulnya krisis ekonomi. Dengan munculnya Lenin ini gerakan komunisme internasional memperoleh sebutan marxisme/leninisme

“Mengapa komunis bahaya laten di larang di Indonesia karena ideologi pembohong dan pembantai umat manusia serta bertentangan dengan Pancasila,” tandasnya.

Diterangkan, gerakan komunis di Indonesia dimula pada tahun 1914. Saat itu lahir ISDV di semarang, 1920 ISDV berubah perserikatan komunis. Lalu, 1924 berubah menjadi PKI, Menyusup ke SI bergolak melawan Belanda, alam demokrasi liberal Dn Aidit sebagi pimpinan, Penerbitan buku putih, PKI berhasil masuk dalam 4 besar peserta pemilu 1955

Diterangkan,  peristiwa di Kanigoro Kediri serbu PII,aniyaya para kyai,rusak TPT ibadah. Periode 1945-1949 PKI pemberontakan lokal, tiga daerah Tegal, Brebes, dan Pemalang serta pemberontakan PKI  Maadiun dan pembantaian terhadap umat Islam di Jatim Ponpes Lirboyo.

Lalu, pada 1959-1964 melancarkan kritik terhadap TNI AD serta melakukan pengacauan di Sumsel, Kalsel sebagai uji coba terhadap TNI dan menyusup ke tubuh ABRI dan aparat negara serta orsospol

Pada 30 sep 1965 isu dewan jendral serta secara biadab menculik dan membunuh 7 jendral TNI AD dan perebutan kekuasaan dan kuasai RRI

Selanjutnya adalah 1 Oktober 1965 RRI direbut kembali, Pidato Mayjen Suharto,pembebasan Lanud Halim dan lubang buaya, lahir tritula,kekuatan PKI dihancurkan. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com