Kemiskinan dan Pengangguran Jangan Jadi Alibi

KUNINGAN (MASS) – Menyikapi tingginya angka kemiskinan dan pengangguran yang dilontarkan Plt Kadis PUPR HM Ridwan Setiawan, Toto Suharto selaku pengatur audiensi mempersilakan massa untuk menanggapi. Namun sebelumnya politisi PAN tersebut menegaskan, investor boleh berinvestasi di Kuningan.

“Boleh saja mendatangkan investor tapi harus sesuai regulasi,” tegas politisi berkumis tebal itu.

Tak lama kemudian Manaf Suharnaf berbicara dengan nada tinggi. Arah bicaranya menyentuh istilah alibi.

“Anda bicara kemiskinan dan pengangguran, hanya dijadikan alibi saja, sementara aturan dilanggar. Kita sudah tahu kok (kondisi kemiskinan dan pengangguran, red),” sergahnya.

Sementara itu, Setiabudi mempertanyakan istilah kebijakan yang digunakan Ridwan. “Apakah kebijakan atau kebijaksaan? Kalau kebijakan itu tak boleh melanggar aturan,” ketus Budi.

Tunggul Naibaho turut menanggapi pula. Dengan berdirinya pabrik pulpen, menurutnya tidak lantas permasalahan kemiskinan selesai begitu saja. Ditambahkan oleh audien lain, sesuai dengan undang-undang, diskresi ini mengatur tindakan untuk mengatasi persoalan konkrit yang tidak ada pilihan.

“Sementara kita jelas ada perda nomor 26,” ucapnya. (deden)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com