Jawaban Dari Satpol PP Terkait APK Yosa yang Hilang

KUNINGAN (MASS) – Keluhan dari Tim Yosa Octora Santono yang mengaku, alat peraga kampanye milik bakal calon Bupati Kuningan dari Partai Demokrat itu sering hilang ditanggapi pihak Satpol PP Kuningan. Menurut Kasatpol PP Kuningan Indra Purwantoro melalui Kabid Ketertiban Umum dan Ketertiban Masyarakat (Tibumtranmas) Sudarsono mengakui, pekan kemarin dalam dua hari pihaknya dilakukan razia spanduk.

Namun lanjut dia, razia spanduk itu dilakukan disemua titik yang dilarang dipasang spanduk. Bukan hanya itu, spanduk atau baliho dan alat peraga kampanye yang sudah rusak ikut dicopot.

“Kalau sudah rusak atau membahayang maka kami cabut karena merusak pemandangan. Oleh yang pasang tidak dicopot maka kami rapihkan,” ucap Sudarsono kepada kuninganmass.com belum lama ini.

Pria yang dipanggil Ono ini mengatakan, Satpol PP tidak pilih kasih ketika melakukan razia spanduk dan APK, sehingga tidak benar kalau APK bupati tidak dirazia.

“Kami punya bukti ketika akan melakukan pencopatan. Kami selalu dokumentasikan kondisi terakhir. Hal ini ketika ada pihak yang komplen maka aka ditunjukan buktinya,” ucap Ono lagi.

Pihak dalam melakukan razia mengacu pada aturan  dimana titik protokol dilarang dipasang spanduk terlebih yang melintang di tengah jalan. Ada pun yang melakukan pembayaran pajak tidak akan dicipot dan itu pun selalu koordinasi dengan pihak Bapenda karena ditakutan pajak yang dipasang adalah bodong.

Mengenai hasil razia Ono mengaku, jumlah spanduk yang berhasil diamakan menumpuk. Pihaknya akan terus melakukan razia agar kota Kuningan terlihat tidak semrawut.

Dari pantauan kuningamass.com banyak spanduk dan APK yang dipasang tumpang tindah terutama di tihang listrik dan pohon. Banyak dari APK dan spanduk komersil yang sudah kadaluarsa sehingga mengganggu pemandangan. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com