Ini Alasan Belum Dipasang Triffic Light di Perempatan Ciporang

KUNINGAN (MASS)- Pasca terjadi kecelakaan di  Perempatan Ciporang yang menewaskan Sekretaris Dinsos PP dan PA Kabupaten Kuningan H Iding Suwardiman alias Mantri Piding, banyak desakan dari masyarakat khususnya pengendara agar dipasang lampu lalu lintas atau traffic light  di lokasi itu.

Permintaan warga masuk diakal karena memang arus lalu lintas di perempatan ini terbilang padat, sehingga sudah seharusnya dipasang traffic liht. Dengan adanya trafficlight warga menjamin bisa meminimalisir kecelakaan.

Namun ternyata pihak Dishub Kuningan memiliki penilaian sendiri mengenai pemasangan lampu lalu lintas  di perempatan Ciporang. Menurut Kadishub Kuningan Deni Hamdani melalui Kabid Lalin Ujang Jaidi, adanya lampu warning sebenarnya sudah cukup untuk mengatur arus lalu lintas.

Kemudian rambu lalu lintas di perempatan sudah jelas yakni harus  dibawa 50 KM, rambunya terpasangan jelas. Hal ini yang terkadang tidak dipahami oleh pengendara.

“Diperempatan itu tidak harus dipasang traffic light, lampu warning pun sudah cukup. Sekarang yang harus pahami adalah pengendara ketika kecepatan harus diturunkan dan ternyata tidak digubris maka akan banyak kecelakaan,” jelasnya.

Selain faktor itu, lanjut Ujang, Jalan RE Martadinta merupakan jalan provinsi dan menjadi kewenangan mereka. Pihaknya berharap kejadian kecelakaan menjadi pembelajaran sehingga dalam berkendaraan bisa tertib.

“Kalau ada rambu-rambu itu dipahami bukannya dilihat terus diabaikan. Karena kalau tidak pahami akan banyak kecelakaan,” tandasnya.

Diterangkan, di Kabupaten Kuningan sendiri tidak semua perempatan di pasang traffic light. Hal ini karena ada aturanya. Kalau ternyata cukup memasang dengan lampu warning maka sudah tidak perlu.

“Memang di Kuningan yang paling banyak lampu warning. Sedangkan lampu lalu lintas masih dibawah 10 titik,” sebutnya. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com