Lima Ibu Hamil Jadi ODP Pasca Suami Mudik

KUNINGAN (MASS)- Fakta bahwa selama yang terkena kasus Covid-19 di Kabupaten Kuningan adalah  perantau tidak bisa dibantah. Hal ini karena banyak dari mereka yang datang dari zona merah.

Meski para parantau diminta isolasi mandiri tetap tidak digubris, maka dampak terbukti pasca pemudik pulang banyak kasus ODP baru yang menimpa keluarga terdekat.

Salah satu faktanya ada lima ibu hamil yang saat ini masuk ketegori ODP. Kondisi merupakam bukti nyata.

“Ini yang kita takutkan selama ini dan masuk ketegori baru, dimana mereka yang terpapar virus corona tidak perlu berangkat ke zona merah tapi terpapar oleh perantau.  Kasus ini masuk kategori transmisi lokal dan lebih berbahya karena sulit dikendalikan,” jelas Ketua IDI Kuningan Asep Hermana yang mendapatkan laporan tadi pagi dan merupakan kasus ke empat dari lima kaus yang terjadi.

Ia menyebutkan, kasus ibu hamil menjadi ODP karena suaminya mudik.  Diterangkan, satu-dua hari tidak terasa.

Baru  lanjut dia, hari ke empat terasa ketika akan melahirkan dan pas diperiksa kondisi panas badan mengalami batuk pilek, kemudian juga ada keluhan di tenggorokan.

“Kami saat ini berikan obat agar tidak terjadi kontraksi sehingga bisa menunda proses kelahiran. Saya berharap hal ini menjadi perhatian serius,” jelasnya.

Dengan kasus ini maka memperlihatkan kepada semua  bahwa ini ancaman telah ada di depan mata. Ini  ancaman kedua.

Kalau dulu ancamannya adalah  transmisi  dari penderita-penderita  dari luar kota, sekarang justru di dalam Kota Kuningan sendiri ini bisa menjadi ancaman.

Asep menegaskan, ini mungkin harus  dievaluasi bersama. Apakah tingkat kepatuhan para pemudik  sudah  tinggi.

Seperti menggunakan masker dan  cuci tangan. Kalau melihat dari tanda-tandanya terjadi ODP  seperti ini memang kepatuhannya sangat rendah.

“Bahaya semacam ini harus kita tumpas pada hari-hari ini juga sebelum tanggal 14 harus ditumpas. Jadilah pemudik yang menggunakan masker, kemudian juga selalu mencuci tangan jaga jarak antara rumah dan tidak keluar rumah,” tandasnya.

Diterangkan, jangan sampai menjadi sumber penularan bagi keluarga tercinta, bagi masyarakat, bagi saudara-saudara sekampung dan  jangan sampai pembawa malapetaka.

Untuk itu pihaknya  menganjurkan kepada perantau, lebih disiplin lagi yakni  tidak keluar rumah, gunakan masker di rumah, cuci tangan dan jaga jarak.

“Semoga kasus pada hari ini menjadi peringatan bagi kita semua semoga ini tidak terulang di kemudian hari,” jelasnya menerangkan anak balita yang menjadi ODP pun ada.(agus)