Katarak Center Hadir di Kuningan

KUNINGAN (MASS) – Tingginya angka kebutaan akibat katarak membuat Kuningan Eye Center (KEC) lebih memokuskan diri pada penyakit tersebut. Klinik spesialis mata ini, telah memulainya dengan fokus menjadi Katarak Center.

“Layanan kesehatan mata tetap kita berikan. Namun kita mulai lebih fokus lagi menjadi pusat penanganan katarak secara komprehensif,” ungkap dokter spesialis mata KEC, dr Revanggi Marendra SpM yang juga manager pelayanan di klinik tersebut, Kamis (18/6/2020).

Ia menyebutkan, begitu banyak penderita katarak di dunia, termasuk di Indonesia. Hasil survei di Provinsi Jabar tahun 2014, angkanya mencapai angka 2%. Dengan adanya Katarak Center, pihaknya berharap bisa membantu para penderita agar sembuh kembali, khususnya di Kabupaten Kuningan.

“Penyebab kebutaan terbanyak di dunia itu diakibatkan katarak. Paling besar karena faktor usia. Katarak ini dapat diobati. Kalau dioperasi, penderita dapat melihat kembali, produktif lagi. Kualitas hidup pun akan meningkat. Inilah yang melatarbelakangi program Katarak Center,” terang Revanggi.

Menjadikan diri sebagai pusat penanganan katarak, sudah barang tentu segala sesuatunya telah dipersiapkan. Dari sisi SDM misalnya, klinik tersebut memiliki 4 dokter spesialis mata yang ditunjang tenaga paramedis yang memiliki kompetensi memadai.

“Untuk fasilitas operasi pun kita punya 2 mikroskop dan 2 mesin laser yang cukup canggih. Jadi memang kita sudah benar-benar siap,” tandas dokter muda tersebut.

Keunggulan lain, tambah Revanggi, pelayanan terhadap pasien katarak bersifat one day care, dengan kata lain real time. Artinya, ketika hasil pemeriksaan pasien dinyatakan katarak maka pada saat itu juga langsung dilakukan penanganan.

“Tanpa menunggu jadwal. Kita langsung agendakan saat itu juga untuk operasi katarak dengan durasi antara 10-15 menit. Kemudian pasien bisa langsung pulang untuk kontrol kembali nanti,” ujarnya.

Soal biaya, Revanggi menegaskan, penggunaan kartu BPJS akan meringankan pasien. Lantaran jenis penyakit katarak ini full service maka pasien tidak dipungut biaya sepeser pun, mulai dari pemeriksaan, operasi hingga obat-obatan. (deden)