Batuk Sampai Jungkir Balik, Pengalaman Pasien Covid-19 yang Sembuh

KUNINGAN (MASS) – Salah seorang pasien Covid-19 yang disembuhkan oleh Allah SWT menceritakan pengalamannya sewaktu dirawat. Mulai dari pengalaman was-was hingga kejadian lucu. Ia adalah Dastim Suhendar, warga Desa Cilebak Kecamatan Cilebak.

Dastim ini adalah pasien pertama yang dinyatakan positif corona di Kabupaten Kuningan. Pria yang kesehariannya bekerja di ibu kota tersebut menjalani perawatan pertama di RS Wijaya Kusumah.

“Awalnya saya dirawat di RS Wijaya Kusumah, sampai saya belum ngucapin terimakasih sama dokter Fani, dokter Abror dan tim perawat di RS tersebut, yang pertama merawat saya,” ucap Dastim mengawali ceritanya.

Gejala yang dialaminya saat itu batuk-batuk dan suhu badan panas tinggi. Namun untuk gejala sesak nafas, tidak ia alami.

“Yang saya rasakan waktu itu batuk-batuk. Sampai jungkir balik kalau batuk itu. Lalu panasnya diatas 37, gak turun-turun. Malah pernah sampai 40. Darah juga turun sampai 90,” tutur Dastim kala dikonfirmasi kuninganmass.com via media sosial.

Sewaktu masuk RSWK, Dastim dikira dokter dan perawat di sana pasien biasa. Reaksi berbeda terlihat ketika mereka mengetahui dirinya baru pulang dari Jakarta. Tim medis di RS tersebut langsung sibuk, terlebih waktu itu APD (Alat Pelindung Diri) belum siap.

“Ya kan saya pasien pertama Corona di Kuningan. Mungkin waktu itu segala sesuatunya belum terlalu siap. Karena mungkin APD juga belum siap, akhirnya mengenakan jas hujan,” kata Dastim.

Saat dironsen di RSWK, ia dinyatakan TB paru. Sekitar 5 hari dirinya menjalani perawatan di ruang isolasi RS tersebut. Hingga akhirnya Dastim dirujuk ke RSUD 45.

“Kata dokter saya mau dipindahin ke tempat yang lebih lengkap. Saya kira bukan pindah rumah sakit. Pas udah keluar, saya dimasukin ke ambulance dikawal perawat lengkap dengan APD. Tau-tau udah sampe di RSUD 45,” ceritanya.

Berbeda dengan pasien corona kedua yang langsung dibawa ke RSUD 45, kasusnya sudah ramai di Kuningan. Sehingga ketika masuk rumah sakit, langsung dikawal secara ketat.

“Temen saya bercerita (sewaktu di ruang isolasi, red), dia bilang udah kaya teroris. Orang pada lari dan dikawal ketat,” kenangnya sambil tertawa.

Sekarang, dirinya sangat bersyukur sudah sehat dan bisa berkumpul kembali dengan keluarga, setelah cukup lama diisolasi di rumah sakit.

“Alhamdulillah sekarang sudah sehat, sudah bisa berkumpul dengan keluarga,” ucapnya setelah tahu ada hasil swab yang menyatakan dirinya negative corona.

Sebagai warga yang pernah terpapar corona, Dastim mengeluarkan imbauan kepada masyarakat Kuningan. Salah satunya meminta agar jangan mengucilkan orang yang telah divonis corona.

“Jangan kucilkan orang yang kena virus corona, karena musibah bisa menimpa siapa saja. Dukung orangnya dan lawan penyakitnya. Itu baru bijaksana,” pesan Dastim.

Sebagai orang yang terdampak langsung covid-19, ia berterima kasih kepada tim medis baik di RSWK maupun RSUD 45. Selain itu Dastim pun berterima kasih kepada dermawan yang telah memberikan bantuan kepada keluarganya selagi dirinya tak mampu mencari nafkah.

“Alhamdulillah ada bantuan dari anggota DPR RI pak H Surahman Hidayat, anggota DPRD Kuningan pak H Jajang Jana, dan kang Edy Waryadi dari PKS serta dari kepala Desa Cilebak pak Sapja Diah Wijaya. Semoga kebaikan mereka dibalas oleh Allah SWT,” pungkasnya. (deden)