Harga Cabai Tinggi, Dinas Pertanian Gandeng Ibu-ibu

KUNINGAN (Mass)- Melejitnya harga cabai membuat Dinas Pertanian Kuningan melakukan berbagai upaya. Salah satu upaya nyata adalah dengan mengajak warga untuk menanam pohon cabai di pekarangan rumah melalui polybag.

Total ada 3.500 bibit tanaman yang diberikan kepada 32 kelompok Wanita Tani (KWT). Selain itu, bantuan bibit diberikan pula kepada PKK desa serta kepada 4 organisasi kewanitaan.

Bibit yang diberikan untuk cabai rawai totalnya 3.000. Sedangkan untuk  cabe besar, terong dan jahe sebanyak 500 bibit.

 

Pose bersama usai menyerahkan ribuan bibit

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Bupati Kuningan H Acep Purnama SH MH di Aula Balai Desa Cisantana Kecamatan Cigugur. Hadir juga Kepala Dinas  Pertanian Kabupaten Kuningan Ir Hj Triastami, Ketua TP PKK Hj Ika Acep Purnama, Istri Wakil Bupati Cucu Dede Sembada dan Kabid PP Dinsos, PA dan PP Kuningan Hj Iin Hartini MSi.

“Kegiatan penanaman ini untuk  menstimulan  dan menumbuhkembangkan  kebiasaan masyarakat  untuk memanfaatkan lahan pekarangan dengan menanam tanaman sayuran dalam media polybag. Tanaman sayuran  dalam polybag ini  minimal dapat dimanfaatkan  untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari  setiap rumah tangga,” ujar Kadis Pertanian Trisatami usai acara, Kamis (20/7).

Sementara itu,  Bupati Kuningan H Acep Purnama SH MH menuturkan Indonesia merupakan  salah satu negara  dengan konsumsi cabai yang besar yaitu 1,77 kg/kapita pertahun.  Hal ini yang menjadikan cabai sebagai komoditas  startegis.

“Karena merupakan komoditas strategis maka kenaikan harga cabai seringkali memicu timbulnya inflasi  dan kenaikan inflasi juga  dapat berpengaruh terhadap  daya beli masyarakat  secara umum,” ucapnya.

Diterangkan, persoalan kenaikan harga cabai merupakan persolan bersama dan pengaruhnya cukup dominan terhadap inflasi, sehingga semua pihak harus peduli terhadap masalah ini.

Bupati Kuningan juga mengharapkan, gerakan penanaman  ini dapat berkembang pada tanaman sayuran lainya, baik melalui media polybag maupun pemanfaat lahan pekarangan. Supaya bisa berlanjut sampai tingkat kecamatan, desa bahkan tingkat rumah tangga. Sehingga penanaman seperti ini dapat meringankan  kebutuhan ekonomi keluarga.

Apabila gerakan ini bisa dilakukan segenap masyarakat. Bukan tidak mungkin pada waktunya nanti Kuningan bisa menjadi daerah yang mandiri pangan khususnya komoditas hortikultura.

“Karena sejatinya kemandirian pangan bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah, melainkan juga menjadi tanggungjawab seluruh lapisan masyrakat,” pungksnya. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com