Hadir di Kuningan, Ini yang Dilakukan Menteri Koperasi dan UKM

KUNINGAN (MASS) –  Jumat siang Pendopo Kuningan mendapatkan kunjungan tamu spesial yakni   Menteri Koperasi dan UMKM RI  Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga. Sang Menteri yang didampingi juga istrinya Bintang Puspayoga.

Agenda mantan Wakil Gubernur Bali itu adalah membuka  Seminar Nasional Kewirausahaan dalam rangka HUT Kopma Universitas Kuningan ke-12. Lalu,  Penyerahan Secara Simbolis Program Strategis Kementerian Koperasi dan UKM.

Selain itu juga Penyerahan Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) Awards 2018.  Hadir juga  Wakil Gubernur Jawa Barat H Uu Ruzhanul, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat Dudi Sudrajat Abdurachim, MrKim dan Mr Lee selaku perwakilan dari Korea dan Kadis Koperasi dan UKM Kuningan Ir Bunbun Budhiyasa.

Pada kegiatan ini dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama PT Reka Daya dengan KUD Bangkit Abadi Desa Bandorasa Wetan Kecamatan Cilimus. Lalu, penandatanganan Perjanjian Kerjasama PT Reka Daya dengan Setia Murni Desa Cihideung Hilir Kecamatan Cidahu.

Menteri Puspayoga juga menyerahkan, program startegis mulai dari Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) Award,  Universitas Indonesia, Universitas Warmadewa Bali, PT Bank Mandiri Persero, PT IBM Indonesia. Lalu,  Komunitas Tangan Di atas, Himpunan GKN Indonesia, Koperasi Mahasiswa UIN Walisongo Semarang, dan Bali TV.

Selain itu juga, memberika sertikfikat NIK, sertifikat hak cipta dan merk, sertifikat halal, ijin usaha mikro kecil. Kemudian, bantuan wirausaha pemula, sertifikat PIRT sertifikat tanah UKM KUR dari empat perbangkan.

Puspayoga yang didampingi Bupati Kuningan H Acep Purnama dan Wagub Jabar Uu Ruzhanul melakukan penandatangan prasasati Pasar Rakyat Desa/Kecamatan Ciniru yang merupakan program Tugas Pembantuan  Kementrian Koperasi dan UKM.

“Untuk meningkat kesejatraan koperasi UKM maka PDBnya yang harus ditingkatkan. Mengenai rasio wirausawahan harus 2 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Capaian pada 2016 baru 1,65 persen dan saat ini menjadi 3,01 persen. Koperasi juga seperti itu yakni 1,71 tahun 2017 kini  menjadi 4.48 persen. Dalam situasi seperti ini koperasi dan UKM sangat strategis,” ujarnya Puspayoga.

Menteri  mendoakan pada acara Seminar Nasional Kewirausahaan, nanti para mahasiswa bisa menjadi wirausahawan yang tidak saja menghasilkan keuntungan sendiri, tapi memberikan benefit bagi masyarakat. Istilahnya sosial premier. Kalau hanya dapat keuntungan itu kapitalis.

Wagub Uu ikut menambahkan, yang namanya wirausaha dan UKM sudah menjadi karater bangsa Indonesia dari dulu. Ia sendiri merupakan pengagum ekonomi kerakyatan, maka sekarang Jabar tengah lari kencang dalam bidang ekonomi dengan cara mendorong lahirnya UKM-UKM termasuk di pedesaan.

“Dengan lahirnya UKM-UKM baru maka meningkat kesejahtraan warga di daerah. Bukan berarti kami tidak senang dengan perusahaan besar di Jabar, karena itu pun kami perlu. Tetapi fokus kepada UKM karena UKM tahan banting,” ujarnya.

Untuk mendukung lahirnya UKM di Jabar maka pihak Pemrov Jabar berkerja sama dengan bank Jabar. Salah satunya adalah kredit Meser. Keredit ini merupakan daya dorong agar UKM lebih maju.

Sementara itu,  Bupati Kuningan H Acep Purnama SH MH mengucapkan Selamat datang kepada Menteri Koperasi dan UMKM, dan Wakil Gubernur Jawa Barat yan telah berkunjung ke Kabupaten Kuningan dengan membawa berbagai program kegiatan yang akan menjadi berkah bagi perekonomian Kuningan.

Tidak lupa Bupati Kuningan juga mengucapkan selamat kepada peraih penghargaan yang telah diberikan oleh Gerakan Kewirausahaan Nasional 2018. Harapannya  dapat menambah semangat untuk berjuang memajukan koperasi dan UKM. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com