Eksekutif dan Legislatif Terkesan Tidak Harmonis

KUNINGAN (MASS) – Pasca pencoblosan pilkada, hubungan antara eksekutif dan legislatif terkesan tidak harmonis. Seperti yang terlihat pada rapat paripurna DPRD Selasa (3/7/2018), tiga pimpinan dewan absen sekaligus.

Ketiga pimpinan dewan tersebut antara lain Rana Suparman SSos (ketua dari PDIP), Drs Toto Suharto SFarm Apt (wakil ketua dari PAN) dan H Uci Suryana SE (wakil ketua dari Golkar).

Bukan hanya pimpinan dewan, sejumlah wakil rakyat lainnya pun banyak yang tak hadir. Terlebih dari Fraksi Demokrat, seluruhnya tidak ada di ruang sidang utama.

Sama halnya dari eksekutif, mayoritas kepala SKPD mewakilkan. Bahkan dari atas terlihat masih banyak kursi yang kosong. Saat itu, Bupati H Acep Purnama MH yang menghadiri langsung tanpa didampingi Wabup Dede Sembada.

Beruntung, rapat masih memenuhi quorum dengan tingkat kehadiran 36 orang. Dengan dipimpin oleh wakil ketua dewan dari PKS, Hj Kokom Komariyah, paripurna pandangan umum terhadap LPJ APBD 2017 pun tetap dilanjutkan.

Namun menjadi catatan sejarah, pandangan umum yang biasanya dibacakan oleh oleh jubir setiap fraksi, pada paripurna itu tidak dibacakan. Pandangan umum tertulis mereka langsung diserahkan.

Tak heran jika paripurna tersebut tak memakan waktu lama. Sejak dibuka sekitar pukul 14.00 WIB, selang 30 menit kemudian peserta rapat sudah membubarkan diri.

“Pak Rana (ketua dewan) sakit sepulang dari Garut. Kalau pak Toto dan pak Uci saya gak nerima konfirmasi ketidakhadiran. Sedangkan dari Fraksi Demokrat ada pemberitahuan resmi bahwa mereka ada acara kepartaian di Bandung,” jelas Sekwan, H Suraja SE MSi sambil menunjukkan bukti surat dari F-Demokrat. (deden)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com