Uniku Tanam 1.912 Bibit Mangrove di Pantai Cirebon

KUNINGAN (Mass) – Salah satu wujud kepedulian mahasiswa Universitas Kuningan (Uniku) terhadap lingkungan, dibuktikan dengan penanaman sebanyak 1.912 bibit Mangrove di sepanjang pesisir pantai Desa Jadimulya Kecamatan Gunung Jati Cirebon kemarin, Senin (19/12). Aksi penanaman bibit Mangrove itu sekaligus dalam rangka memperingati Hari Bela Negara, yang diikuti langsung Rektor Uniku Dr Iskandar MM, Warek III Dr Dikdik Harjadi MSi, Wadek II FHut Yayan Hendrayana MSi beserta Forum Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Uniku dan aparatur desa setempat.

Ketua Forum Mapala Uniku Agung Rifai kepada awak media mengaku, aksi penanaman sebanyak 1.912 bibit mangrove jenis rhizophora sengaja dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi alam di sekitar pesisir pantai di Cirebon. Kegiatan itu bekerjasama dengan kelompok penggiat mangrove Serena asal Desa Jadimulya Kecamatan Gunung Jati Cirebon.

“Iya, kegiatan ini hasil kerjasama kami dengan Pak Fahrudin selaku ketua kelompok penggiat mangrove Serena. Ini juga bentuk apresiasi kami kepada kelompok masyarakat penggiat mangrove Serena di Desa Jadimulya, dan kita aksinya hanya menanam mangrove saja sebagai bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan hidup,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Uniku Dr Iskandar MM sangat mengapresiasi, gagasan yang dilakukan Forum Mapala Uniku atas aksi penanaman mangrove hasil dari kerjasama dengan kelompok penggiat mangrove di Desa Jadimulya Gunung Jati Cirebon.

“Terima kasih kepada anak-anak mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mapala Uniku yang sudah mempersiapkan kegiatan ini dengan matang. Terima kasih juga, saya sampaikan untuk Pak Fahrudin selaku ketua kelompok penggiat manggrove Serena yang sudah memfasilitasi kegiatan ini sehingga bisa berjalan dengan sukses dan lancar,” ungkapnya.

Uniku sebagai institusi pendidikan kata Iskandar, memiliki komitmen dalam memperbaiki lingkungan khususnya ekosistem mangrove. Salah satu bentuk kepedulian itu adalah adanya aksi penanaman bibit mangrove, sebagai langkah perbaikan ekosistem pohon mangrove di wilayah pesisir Kabupaten Cirebon.

“Ini adalah bentuk kepedulian kami untuk mendorong pengelolaan ekosistem terintegrasi, dari hulu di wilayah dataran tinggi yakni Kabupaten Kuningan ke hilir di wilayah Kabupaten Cirebon. Sebab, kerusakan-kerusakan ekosistem di wilayah hilir juga merupakan tanggung jawab wilayah hulu,” terangnya.

Dikatakan, sebagai institusi pendidikan yang memiliki tanggung jawab pada Tri Dharma Perguruan Tinggi mengekspresikan aksi bela negara dengan upaya memulihkan ekosistem mangrove. Bela Negara adalah upaya semua warga negara untuk melakukan aksi menjaga keutuhan NKRI, dalam menjamin kesejahteraan bagi segenap warga Indonesia.

“Memperbaiki lingkungan adalah salah satu bentuk Bela Negara. Karena kami percaya, bahwa kita tidak pernah bisa mencapai kesejahteraan ekonomi secara berkelanjutan jika kondisi lingkungan dan sumber daya alam kita rusak,” pungkasnya. (andri)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com