Tolak Intoleransi, Lapas Kuningan Gandeng Skada

KUNINGAN (MASS) – Peringatan HAM  Sedunia ke 70 yang jatuh pada tanggal 10 Desember  juga dilakukan oleh Lapas Kuningan. Bahkan UPT Kemenkumham se-Jawa Barat menggandeng SMA/MA/SMK.

DiKuningan sendiri Lapas menggadeng SMKN 2 Kuningan. Siswa sepakat menyatakandengan tegas  menolak segala bentukintoleransi yang takan terjadi dilingkungan masyarakat.

Hal inidimaksudkan bahwa siswa SMA/MA/SMK merupakan ujung tombak bangsa yang akanmenjadi generasi penerus Negara Kesatuan Indonesia. Kemenkumham menginginkan agar siswa tidak terpengaruh oleh hal-hal negatif yang intolerasi sesuai budaya timur yang sopan, santun, dan saling menghormati.

Sementaraitu, peringatan dilaksanakan melalui upacara yang dipimpin oleh Kalapas Samsu Hidayat. Lalu, dilanjutkan dengan Pengukuhan Duta HAM Siswa SMK Negeri 2 Kuningan.

DalamSambutan Kakanwil Kemenkumham Jabar yang dibacakan oleh Kalapas menyebutkan,  hak asasi manusia dapat tercapai apabila dapat menumbuhkan sikap saling toleransi.Sama halnya para siswa punya hak asasi yaitu memperoleh pendidikan, mendapatkanilmu dari guru.

“Akan tetapi disisi lain para siswa juga mempunyai kewajiban yaitu melaksanakan tatatertib kelas dan tata tertib sekolah, serta menghormati dan menghargai guru,”ujarnya.

Tidak lupa Kalapas Kuningan mengucapkan terima kasih kepada SMKN 2 Kuningan yang dapatberkolaborasi dengan Lapas Kuningan. Kegiatan ini sangat penting.

“Kita tolak Intoleransi karena bukan identitas bangsa yang ketimuran, perbedaan itu indah, jadikan perbedaan sebagai ajang untuk memperkokoh persatuan dan kesatuanbangsa,” tandasnya.

Pernyataan itu langsung disambut oleh yel-yel FPSH, Bersatu berdaulat jaya, jaya, jaya.Jabar, pasti juara lahir batin, Jawa Barat tolak intoleransi.

Terpisah,Kepala Sekolah SMKN 2 Kuningan Drs Lili Ramli MKom, mengapresiasi kegiatan yangsangat positif ini. Pihaknya mendukung sepenuhnya karena disamping sikaptolerasi, hak asasi manusia dan kerukunan antar umat beragama masuk dalamkurikulum pembelajaran.

“Kami juga menyadari bahwa sikap intoleransi dapat merusak anak didik kami. Kita nyatakan SMKN 2 Kuningan harus bisa, pasti bisa menolak intoleransi sesuai semboyan SMKN 2 Kuningan “Sabisa-bisa kudu bisa pasti bisa, lamun teu bisa lain skada,” ujarnya. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com