STIKKU Bersertifikat ISO 9001 Terbaru

KUNINGAN (Mass) – Bertepatan dengan momentum Dies Natalis ke 10 Tahun atau Lustrum II, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan (STIKKU) akhirnya mendapatkan sertifikat ISO 9001 dari DAS versi terbaru 2015. Didapatkannya sertifikat itu, STIKKU menjadi Perguruan Tinggi (PT) Kesehatan pertama di Jawa Barat yang sudah tersertifikasi ISO 9001 versi 2015.

Dengan pengakuan tersebut, STIKKU semakin memantapkan diri untuk mewujudkan visinya menjadi yang terdepan dalam mutu. “Sertifikasi ISO memang tidak wajib, namun ISO menjadi penting jika kita ingin berdaya saing global seperti tercantum dalam visi STIKKU karena dunia kerja di internasional menjadikan ISO sebagai standar utama agar suatu produk bisa diakui dan diterima di pasar global. Kita ingin menyiapkan para lulusan ini masuk pasar global dengan pengakuan yang valid dari dunia kerja,” ucap Ketua STIKKU, Asep Supyan Ramadhy SKed kepada awak media usai melaksanakan kegiatan mini carnaval dan jalan sehat baru-baru ini di lingkungan kampus STIKKU.

Melalui ISO kata Asep, STIKKU memantapkan diri mengubah budaya kerja yang lebih mengutamakan quality cultur atau budaya mutu. Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang sudah berjalan baik selama ini, semakin bertambah bertenaga dengan adanya pengakuan internasional berdasarkan Standar Internasional 9001 versi 2015.

“Untuk mendapat pengakuan dari lembaga standar internasional tersebut, kita sudah siap untuk dilakukan audit eksternal dalam berbagai hal oleh auditor eksternal. Selama 2 hari, kami diaudit penuh waktu dan didapatkan 8 temuan minor atas audit tersebut,” katanya.

Hasil dari audit itu, pihaknya bersyukur karena temuan minor tersebut sangat feasible untuk diperbaiki di kemudian hari, dan akhirnya mendapat langsung pengakuan internasional itu. Versi 2015 ini merupakan versi terbaru, dimana ada dua unsur baru dalam pengukuran indikatornya yaitu manajemen risiko dan organisasi pembelajar.

“Bagi STIKKU, kedua indikator itu sangat menantang dan kita sudah berkomitmen penuh melaksanakan tata kelola perguruan tinggi ini berdasarkan asas kualitas, akuntabilitas, kepastian hukum dan kepatutan,” tegasnya.

Sebelumnya, dalam rangka memperingati Dies Natalis ke 10 atau Lustrum II, STIKKU telah sukses menggelar acara Mini Carnaval dan Jalan Santai. Lebih dari 1.000 orang peserta yang terdiri dari mahasiswa, para dosen dan karyawan beserta keluarga besar STIKKU, alumni STIKKU dan warga masyarakat umum lainnya, khususnya yang ada di sekitar wilayah Kecamatan Kadugede. (andri)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com