Rakornas GMNI Bahas Isu-Isu Nasional

KUNINGAN (Mass) – Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) resmi digelar di Aula Hotel Horison Tirta Sanita Kuningan, Rabu (9/11). Rakornas yang dihadiri para pengurus GMNI sewilayah Indonesia itu, bakal membahas isu-isu nasional dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari kementerian RI.

Hadir sejumlah tokoh nasional seperti Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Prof Dr Sri Adiningsih MSc dan Ketua DPP PA GMNI Dr Ahmad Basarah SH MH, Ketua DPD PA GMNI Jabar Dr Abdy Yuhana, Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari, Bupati Kuningan H Acep Purnama SH MH, Ketua DPRD Kuningan Rana Suparman SSos, Ketua DPRD Majalengka, Wakil Bupati Bandung Barat serta beberapa perwakilan dari Pemprov Jabar.

Ketua Presidium GMNI, Chrisman Damanik kepada awak media menyampaikan, Rakornas ini merupakan suatu proses tugas organisasi yang wajib dilaksanakan setahun sekali. Tugas dan fungsi dari Rakornas ini, untuk mengkaji kembali langkah-langkah strategis organisasi dalam melihat satu tahun kepengurusan kebelakang.

“Jadi, kita melakukan evaluasi terhadap gerakan-gerakan kegiatan yang telah dilaksanakan dengan target kedepan, sehingga akan ada sinkronisasi gerak antara seluruh cabang di Indonesia dengan Presidium. Sehingga, akan ada kebijakan dari hasil rapat-rapat di setiap komisi pada Rakornas itu,” katanya.

Baginya, Rakornas kali ini akan menitik-beratkan pada pembahasan isu nasional terkait pembangunan karakter bangsa. Sebab, situasi saat ini kehidupan dalam berbangsa dan bernegara sudah banyak terciderai oleh isu-isu SARA.

“Kita berpikir bahwa, Indonesia kita ini dibangun dengan latar belakang sejara yang beraneka ragam, berbhineka, namun kemudian kita sudah tuntas soal perbedaan itu. Sudah saatnya, hari ini kita berbicara soal dasar Negara Pancasila itu bisa menjadi satu pegangan hidup kita kedepan, dalam membangun tugas dan tanggung jawab kita sebagai anak bangsa,” ungkapnya.

Kemudian lanjut Chrisman, bagaimana kedepan GMNI membuat skema-skema gerakan dengan menganalisis situasi saat ini, dengan memperjuangkan kepentingan rakyat yang didasarkan atas ideologi organisasi GMNI.

“Kita mempunyai ideologi Pancasila, yang mempersatukan kita semua bangsa Indonesia. Lalu, Bhineka Tunggal Ika bahwa sejarah menjelaskan sejak dulu kita memang berbeda-beda tapi tetap bersatu dalam kesatuan berbangsa dan bernegara Indonesia,” pungkasnya. (andri)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com