Pembudayaan Demokrasi di Sekolah Melalui IMD (Integratif Modeling By Directing)

 

Sumber: dikembangkan penulis berdasarkan hasil penelitian

KUNINGAN (MASS) – Konsekwensi dari sebuah negara yang bentuk pemerintahannya republik dengan sistem politik demokrasi, adalah suatu keharusan untuk senantiasa mewariskan nilai-nilai demokrasi dari satu generasi kepada generasi berikutnya. Dalam proses pewarisan nilai-nilai kehidupan secara umum, dan nilai-nilai demokrasi pada khususnya, kita mengenal dengan apa yang dinamakan proses pembudayaan. Sekolah sebagai institusi yang bertanggung jawab akan terlahirnya generasi bangsa yang tangguh dan berkualitas, berkewajiban untuk menjalankan proses pembudayaan nilai-nilai tersebut.

Beragam model pembudayaan telah diterapkan dalam proses pembudayaan nilai-nilai demokrasi di sekolah. Dan dari hasil analisis konfrehensif atas beragam model yang telah diujicobakan, ternyata model pembudayaan dengan pola keteladanan dipandang sangat efektif dan telah memberikan pengaruh yang sangat signifikan dalam pencapaian proses pembudayaan nilai-nilai demokrasi terhadap siswa di sekolah.

Kajianteori terdahulu menjelaskan bahwa fenomena pola pembudayaan nilai kehidupan yang berbentuk keteladanan atau pemodelan (modeling) melibatkan empat sub proses yang saling terkait, masing-masing proses tersebut mengatur sendiri dengan variabel pengendali. Empatkomponendalam proses belajarmelalui meniru (modeling) adalah Attentional Processes, Retention Processes, Motor Reproduction Processes, Motivational and Reinforcement Processes(Bandura dalam Ross D. Parke, 1972).

Integrative Modeling by Directing sebagai model baru dalam pelaksanaan proses pembudayaan nilai (contoh nilai-nilai demokrasi) yang ditemukan oleh penulis,  pada dasarnya merupakan pengembangan dari teori pemodelan dari Bandura. Penambahan unsur directing process dan pelibatan internal dan eksternal modeling merupakan unsur inovatif dari teori baru yang penulis temukan tersebut. Terdapat 5 (lima) komponen dalam proses pembudayaan nilai melalui Integrative Modeling by Directing, yaitu; Identifying process, Understanding process, Determining process, Implementation process dan directing proces.

Dalam operasionalnya tahapan Identifying process, Understanding process, Determining process,dan Implementation process berlangsung secara berurutan dan dinaungi oleh directing process yang bisa dilakukan oleh Kepala Sekolah, Guru/Pelatih, Wali kelas, Guru Bimbingan dan Konseling (Guru BK), atau oleh teman sebaya siswa yang memiliki pengaruh (siswa berprestasi, siswa yang aktif dalam organisasi sekolah seperti OSIS, PKS, PMR/UKS dll). Pada tahap directing process, aktivitas inti yang dilakukan oleh director adalah menjelaskan, menunjukan dan mengarahkannya ke arah pencapaian tujuan akhir yang ideal. Directing process pada dasarnya merupakan wujud intervensi seorang director terhadap tahapan Identifying process, Understanding process, Determining process,dan Implementation process yang dilakukan oleh siswa supaya tidak terjadi kesalahan atau kekeliruan dalam memaknai substansi nilai-nilai karakter yang dipesankan dalam eksternal model yang sedang dikajinya.

Terakhir dapat disimpulkan bahwa pembudayaan nilai-nilai kehidupan terhadap siswa jauh lebih efektif melalui modeling yang diiringi dengan directing atau arahan dibandingan dengan melalui keteladanan melulu. Artinya tidak semua siswa mampu menjabarkan secara tepat dan benar apa-apa yang tertampilkan dalam media pemodelan, dan hanya melalui arahan dari orang-orang yang dipandang dewasalah mereka dapat menemukan makna yang sebenarnya dari pemodelan yang dicermatinya.***

IdentitasPenulis

Nama                                    : Toto Dianto

Pendidikan Terakhir             : S3, Pendidikan Umum, UPI Bandung

Pekerjaan                              : Guru SMP Negeri 1 Luragung, Kuningan, Jawa Barat

Prestasi                                : Guru Berprestasi Jenjang SMP Tingkat Kabupaten KuninganTahun 2012

                                               Juara ke III, Anugerah Konstitusi dari Mahkamah Konstitusi Tingkat Nasional Tahun 2015

Alamat                                 : Rt.03/Rw.02 Dusun Manis, Desa Garawangi, Kecamatan garawangi, Kabupaten Kuningan 45571

HP                                        : 081 320 648 120

No KTP                                : 3208081903710002

E-mail                                   : totodianto1971@gmail.com

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com