Peduli Sentani dan Kutuk Aksi Terorisme di Selandia Baru

KUNINGAN (MASS) – Aksi penembakan puluhan muslim di Masjid Deans Ave dan Masjid linwood yang berada di pusat Kota Christchurch Selandia Baru membuat semua pihak mengutuk keras terlebih ada dua orang WNI yang juga turut menjadi korban, tak terkecuali organisasi mahasiswa yang ada di Kuningan.

Mereka pada Kamis (21/3/2019) melakukan Aksi Solidaritas Kemanusiaan disekitar Bundaran Cijoho Kecamatan (21/3/2019). Aksi yang berlangsung dari pukul 07.00-10.00 WIB ini penuh dengan semangat kemanusiaan dengan orasi-orasi yang disampaikan oleh setiap orator aksi.

“Derita mereka adalah derita kami juga. Oleh karenanya, hari ini KAMMI Daerah Kuningan melakukan Aksi ini agar masyarakat tergerak untuk membantu saudara yang terkena bencana dan Bentuk Solidaritas terhadap saudara kita di Sentani dan New Zealand,” ujar Fuji salah seorang peserta Aksi yang disambut dengan teriakan histeris pulahan mahasiswa.

Aksi ini mayoritas didominasi oleh kaum perempuan sebanyak 35 orang dan 25 orang laki-laki. Disamping itu, Mahasiswa KAMMI melakukan penggalangan dana dan terkumpul sebesar Rp3.300.000.

KAMMI juga memaparkan aksi treatikal penembakan muslim di New Zealand dan juga melakukan serangkaian salat ghaib berjama’ah dengan khidmat sebagai bentuk pengiriman doa terbaik  untuk para korban yang Insyaa Allah akan menjadi syuhada disisi-Nya.

“Terkait aksi terorisme di new zealand KAMMI juga menuntut pemerintah untuk memberikan pernyataan sikap yang tegas dan jelas. Adapun terkait banjir bandang yang terjadi di Sentani Papua KAMMI juga mendorong pemerintah untuk memberikan perhatian kepada setiap bencana yang terjadi di tanah air ini. Meskipun mungkin pemerintah sedang disibukan dengan agenda kampanye,” ujar Ade Zezen Ketua KAMMI Daerah Kuningan.

Selain itu, Indonesia kembali dilanda bencana alam, banjir bandang yang terjadi di Sentani, Papua, pada hari Sabtu (16/3/2019) sudah menewaskan sedikitnya 50 orang. Lalu, 150 rumah terendam dan kerusakan fasilitas fasilitas yang lainnya.

Terakhir, KAMMI memberikan pernyataan sikap dengan beberapa point :

1. Menuntut pemerintah Selandia Baru untuk menindak tegas pelaku terorisme yang sangat anti terhadap Islam. Hal ini dapat membahayakan kedamaian antar sesama pemeluk agama

2. Pemerintah Selandia baru harus bisa memberikan jaminan keamanan kepada pemeluk agama yang sedang melaksanakan ibadah

3. Mendesak Pemerintah Indonesia untuk bisa memastikan warga negaranya yang berada di Selandia Baru untuk mendapat perlindungan dan keamanan .

4. Mengajak kepada seluruh masyarakat untuk memberikan doa dan bela sungkawa kepada korban terorisme di Selandia Baru. (agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com