Olah Kotoran Sapi Jadi Bio Briket

KUNINGAN (MASS ) – Unisa mengadakan kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Bidang Pengabdian Masyarakat.
Kegiatan tersebut di danai dari Dirjen Belmawa kementrian ristekdikti.

Kegiatan tersebut bekerja sama dengan Karangtaruna Desa Ciasih Kecamatan Nusaherang. Pengabdian yang dilakukan adalah dengan mencari solusi dari penanganan limbah kotoran sapi.

Sebagai informasi limbah kotoran sapi tersebut berasal dari kandang sapi milik warga sekitar yg belum sepenuhnya di tangani dengan baik. Limbah tersebut dibuang ke aliran sungai Cibanban yang terletak diantara dua desa yakni Desa Ciasih Kecamatan Nusaherang dan Desa Bakom Kecamatan Darma.

Namun aliran sungai tersebut berujung pada aliran sungai dan lahan pertanian dan perikanan milik warga Desa Ciasih. Perlu diketahui bahwa kotoran sapi memiliki kandungan gas metan yang apabila tidak di kelola secara baik maka, kotoran sapi tersebut akan merusak pertanian dan perikanan warga Desa Ciasih.

Melihat kondisi seperti itu Ketua Karang Taruna Desa Ciasih  Ending menyampaikan permasalahan tersebut kepada mahasiswa. Menurutnya harus ada solusi dari permasalahan limbah tersebut.

Menyikapi kondisi seperti itu pada bulan Mei mahasiswa Universitas Islam Al-Ihya Kuningan  (Unisa) merancang sebuah program penanganan permasalahan di desa Ciasih tersebut yang di ajukan ke Kemenristekdikti melalui program PKM 5 Bidang, dengan durasi waktu pengabdian selama 3 bulan.

Dan patut disyukuri proposal kegiatan tersebut lolos dan di danai oleh Dirjen Simbelmawa Ristekdikti.

Kegiatan tersebut saat ini sedang tahap proses pelaksanaan. Solusi penanganan limbah sapi tersebut adalah dengan mengolah kotoran sapi tersebut menjadi bio briket.

Untuk selanjutnya bio briket tersebut bisa di manfaatkan untuk menjadi bahan bakar pengganti kayu bakar, bisa juga di manfaatkan untuk home industri pembakaran batu bata.Kegiatan tersebut dilaksanakan dari bulan Mei dan berakhir di bulan Juli.

Sebagai pembina dari Kegiatan PKM tersebut Kabag Kemahasiswaan Unisa Asep Nugraha, menyampaikan bahwa kegiatan PKM tersebut merupakan implementasi dari tri dharma perguruan tinggi. Pihaknya dari kampus terus berupaya mendorong mahasiswa mengeksplorasi kemampuannya

Dikatakan, tidak hanya melalui pembeljaran di kelas semata. Namun juga melalui pengabdian masyarakat secara nyata serta melalui penelitian baik secara mandiri ataupun kelompok.

“Harapan kami semoga kemitraan yang terjalin antara Unisa dengan Karang Taruna Desa Ciasih terus terjalin. Semoga kegiatan PKM tersebut bisa menjadi solusi penanganan limbah kotoran sapi,” ujar Asep yang sekaligus menjabat Ketua Forum Komunikasi Karangtaruna Kecamatan Nusaherang.

Tidak mustahil apabila program ini dilaksanankan secara profesional dan maksimal akan menjadi sumber pendapatan bagi anggota karang taruna.

Selanjutnya Unisa juga menawarkan kemitraan kepada seluruh pengurus karang taruna di Kabupaten Kuningan. Kemitraan tersebut bisa dalam bidang pendidikan, kewirausahaan, olahraga, maupun pengabdian masyarkat lainnya.(agus)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com