MoU Bantuan Operasional PAUD Sesuai Janji

KUNINGAN (Mass) – Penandatanganan MoU terkait bantuan operasional siswa PAUD dari pusat, dijanjikan 2 pekan pasca silaturahmi akbar di Convention Hall Mayang Catering Sabtu (1/4/2017) lalu. Ini disampaikan Kabid Pengembangan PAUD dan Dikmas, Elon Carlan, menyikapi munculnya kekecewaan dari sejumlah tenaga pendidik PAUD.

“Prosesnya sudah diawali dengan simbolis waktu itu. Bayangkan kalau penandatanganannya tanpa meja, susahnya setengah mati.  Nanti dalam perjalanannya penilik yang keliling ke masing-masing lembaga. Itu pertimbangan paling manusiawi, bukan tak ada MoU,” jelasnya Selasa (11/4/2017).

Diakui Elon, hal itu sudah dijelaskan kepada ribuan tenaga pendidik PAUD yang hadir. Disampaikan paling lambat 2 pekan dan MoU diterima di lembaga masing-masing. Sebab yang mengerjakan MoU tersebut bukan dirinya, melainkan BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah).

“Manusiawi tidak sih mengerjakan 700 eksemplar MoU dalam waktu 2 hari, tak ada upahnya. Ya saya memaklumi. Saya gak bisa nekan BPKAD karena gak ada dana pendampingannya. Salah siapa? Ya gak usah begitu, saya kan baru menjabat di sini,” kata mantan kasubag di Bagian Kesra Setda itu.

Ia menegaskan kembali, bukan berarti MoU tidak ada. Namun berkasnya sedang dikerjakan. Sekarang ini belum 14 hari sesuai yang dijanjikan. Terlebih yang mengerjakannya BPKAD. Tapi dirinya bukan bermaksud melempar masalah ke BPKAD karena koordinasi antar instansi terus dilakukan.

Sementara itu, kaitan dengan pungutan Rp 100 ribu, Elon mengakui jika pengeluaran snack dan sewa gedung di Mayang itu terukur. Justru pihaknya mendengar sebagian uang yang terkumpul digunakan untuk mobilisasi penilik dan organisasi dalam menginformasikan dan berkeliling PAUD.

“Cek saja ada gak yang setor ke Elon, Bendahara, atau institusi lah. Pungutan-pungutan itu bukan sekarang saja. Acara bintek dulu juga sama oleh organisasi. Jadi bukan barang baru,” ungkapnya.

Bedanya, imbuh Elon, dulu dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Dalam menduduki jabatan baru, dia ingin merubah kultur. “Saya gak mau sembunyi-sembunyi, kita bukan penjahat kok. Memang, memerdekakan diri itu tantangan lebih berat,” pungkasnya. (deden)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com